[JAKARTA] Kondisi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia, seperti Maluku dan Nusa Tenggara, pekan ini, akan dipengaruhi badai Monica, yang bergerak dari bagian utara Teluk Carpentaria, Australia Utara, ke arah utara menuju wilayah Papua Nugini bagian selatan.
Badai Monica yang mempengaruhi kondisi cuaca itu akan menimbulkan hujan lebat, angin kencang dan gelombang tinggi, sehingga masyarakat di sekitar wilayah itu perlu meningkatkan kewaspadaan.
Kepala Sub Bidang Informasi Meteorologi Publik, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Ahmad Zakir ketika dihubungi Pembaruan, Selasa (25/4) pagi, menyebutkan, intensitas hujan dan angin kencang di wilayah-wilayah itu akan meningkat.
Hari ini hingga besok akan mempengaruhi kondisi cuaca di Maluku dan Nusa Tenggara, sementara di Papua sudah terjadi pada 23 April lalu, katanya.
Perairan di daerah Maluku dari Pulau Halmahera ke arah selatan sampai Nusa Tenggara akan mengalami angin kencang yang mempengaruhi tinggi gelombang laut. Diperkirakan tinggi gelombang laut melebihi dua meter.
Pulau Jawa dan Kalimantan, tetap dipengaruhi oleh Badai Monica, namun intensitasnya tidak terlalu besar. "Di Pulau Jawa dan sekitarnya akan terjadi hujan, meskipun tidak terlalu besar. Ini juga efek dari pembentukan badai di bagian utara Australia. Setiap hari efek yang terjadi selalu berbeda-beda, jadi kita harus waspada," kata Zakir.
Melemah
Warga Darwin, Australia, tampaknya bisa sedikit lega. Badai Monica yang diperkirakan menghantam kota itu, Selasa (25/4) siang, melemah dari kategori lima ke kategori dua.
Selasa pagi, kekuatan embusan angin badai tersebut menurun. Meski demikian, warga Darwin dan kota-kota lain di utara Australia tetap bersiaga meng- hadapi segala kemungkinan.
Badan Meteorologi Australia memperkirakan badai tropis itu akan menghantam Darwin dengan kecepatan angin mencapai 350 kilometer per jam. Ahli cuaca, Andrew Tupper, mengatakan, Darwin merupakan kota yang akan mengalami kehancuran paling parah akibat badai itu.Kemarin, Badai Monica melintasi Kota Maningrida. Beberapa gedung hancur dan atap-atap sekolah berterbangan.
Kota Maningrida mungkin mengalami kerusakan yang paling parah dalam beberapa kali badai Monica. "Beberapa gedung yang rusak parah," tutur Komandan Polisi Bert Hofer.[K-11/AP/O-1]