SUARA PEMBARUAN DAILY

Laju Heat Belum Terbendung

Pemain center Miami Heat, Shaquille O'Neal (32) dengan leluasa melakukan aksi dunk, tanpa dapat dihentikan pemain Chicago Bulls, Chris Duhon (21) pada pertandingan kuarter kedua, di ajang putaran pertama play-off di American Airlines Arena, Miami, Senin (24/4) waktu AS. [AP/J Pat Carter]

[MIAMI] Laju Miami Heat di game kedua babak play-off masih belum terbendung. Skuad yang diarsiteki pelatih kawakan Pat Riley itu, kembali memetik kemenangan atas Chicago Bulls 115-108 dalam laga yang digelar di American Airlines Arena, Miami, Florida, Senin (24/4) malam waktu AS, atau Selasa (25/4) pagi WIB. Atas hasil tersebut, Miami untuk sementara unggul 2-0 atas Bulls dalam laga yang berformat the best of seven.

Jika berhasil memenangi game 3 dan 4 di kandang Bulls, Heat yang berambisi besar memecahkan telor tidak pernah menjadi juara NBA itu akan melaju ke partai berikutnya guna menghadapi pemenang duel antara New Jersey Nets melawan Indiana Pacers.

Tetapi hal ini bukanlah suatu pekerjaan mudah bagi Heat. Sebab, Bulls yang berlogo kepala banteng itu telah terbukti di kompetisi reguler, sulit dikalahkan jika bertarung di depan publiknya sendiri.

Duel Heat versus Bulls berlangsung seru dan menegangkan. Sejak kuarter awal Heat mendominasi pertandingan dan unggul dalam perolehan angka. Bahkan di kuarter ketiga, Heat unggul dengan skor cukup jauh 95-76. Namun di awal dan pertengahan kuarter keempat, Bulls yang dimotori trio pemain muda, yaitu, Ben Gordon, Kirk Hinrich dan Andres Nocioni sempat membuat "panas dingin" sekitar 20 ribu pendukung tuan rumah. Bulls yang pernah meraih enam kali cincin juara NBA itu secara perlahan menipiskan ketinggalannya dan membuat macet Shaquille O'Neal dan kawan-kawan dalam menciptakan angka.

Para pemain Heat maupun pendukungnya sempat panik setelah Kirk Hinrich melalui aksi jump shoot-nya membuat kedudukan menjadi 95-104. Ben Gordon menambah suasana semakin mencekam setelah berhasil mencuri bola dari tangan Shaquille 'O'Neal dan menuntaskannya melalui aksi lay up sehingga kedudukan menjadi 97-104 di sisa waktu tiga menit. Dwyane "The Flash" Wade pantas dinobatkan sebagai pahlawan bagi Heat.

Melalui aksi-aksi briliannya di sisa waktu dua menit, kuarter keempat, Wade membangkitkan dan memulihkan kepercayaan diri para rekannya yang sempat turun. Tak hanya mencetak angka-angka penting di saat kritis, namun Wade juga membuat aksi blok menawan yang membuat pemain Bulls terbendung dalam mencetak angka. Di kuarter keempat, para pemain Bulls secara luar biasa mampu mencetak 32 poin. Sedangkan Heat hanya mampu menambah 20 angka. Akhirnya Heat menyudahi pertandingan dengan skor 115-108.

Dalam laga ini, O'Neal dan Jason Williams menjadi pengumpul angka tertinggi bagi Heat dengan masing-masing mencetak 22 poin. Penampilan Williams dalam laga ini pantas diacungi jempol karena selain tampil memukau, dia juga memberi kontribusi penting bagi O'Neal dan Wade dalam membombardir ring Bulls.

Sementara Wade menyumbangkan 21 angka dan Antoine Walkers membukukan 17 poin. Di kubu Bulls, Nocioni mengemas 30 poin. Disusul, Hinrich yang melesakkan 29 angka dan tujuh assist serta Luol Deng yang menjaringkan 14 poin.

Pada babak awal play-off 2005, Heat mengalahkan New Jersey Nets 4-0. Di semi final wilayah, Heat menang atas Washington Wizards 4-0. Namun gagal di final Wilayah Timur. [AP/M-17]


Last modified: 25/4/06