[SURABAYA] Sekitar 13.000 sumur milik warga di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur (Jatim) tercemar lumpur dan minyak akibat banjir bandang yang terjadi Kamis (20/4).
Untuk mengatasi hal itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek mulai menyalurkan kaporit kepada warga untuk membantu menjernihkan air sumur yang dijadikan sumber air bersih.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek, dr Ubaidillah kepada Pembaruan, Selasa (25/4) pagi mengatakan, saat ini sudah ada bantuan kaporit dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim sebanyak 75 kilogram. Tetapi jumlah ini masih kurang untuk kaporitisasi sumur milik warga yang jumlah mencapai belasan ribu.
Ditandaskan kurangnya air bersih ini sangat potensial menyebabkan wabah penyakit diare, kolera, dan leptospirosis.
Ubaidillah mengatakan 13.000 sumur yang tercemar itu sebagian besar berada di Kecamatan Trenggalek Kota, Pogalan dan Durenan.
"Upaya kaporitisasi kita lakukan sambil menanti perbaikan pipa air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang rusak akibat banjir bandang belum lama ini," ujarnya. [029]