[JAKARTA] Bank Buana berhasil membukukan laba kotor sebesar Rp 492,20 miliar pada kuartal IV 2005. Laba kotor ini naik 19,25 persen dari periode yang sama tahun 2004 yakni Rp 412,74 miliar. Kenaikan laba kotor ini terutama didukung oleh peningkatan penyaluran kredit Bank Buana yang naik 31,23 persen pada 2005.
Demikian dikatakan Direktur Bank Buana Pardi Kendy di Jakarta, Rabu (5/4).
Ia menjelaskan, laba bersih Bank Buana 2005 juga naik sebesar Rp 62,22 miliar (21,94 persen) menjadi Rp 345,80 miliar. Angka ini lebih besar dibanding tahun 2004 yakni Rp 283,58 miliar.
Kenaikan ini terutama karena peningkatan pendapatan bunga bersih yang naik 6,20 persen dari Rp 864,28 miliar di 2004 menjadi Rp 917,90 miliar di 2005. Sejalan dengan itu, pendapatan operasional lainnya juga naik sebesar 38,06 persen dari Rp 97,07 miliar di 2004 menjadi Rp 134,01 miliar di 2005.
Pardi mengungkapkan, hingga akhir Desember 2005 kredit yang disalurkan sebesar Rp 10,313 triliun atau mengalami kenaikan sebesar Rp 2,454 triliun (31,23 persen) dibanding periode sebelumnya.
Penyaluran Kredit
Dikatakan, penyaluran kredit tetap didominasi sektor perdagangan dan industri, dengan pangsa terhadap total kredit masing-masing sebesar 39,45 persen dan 24,03 persen.
Sementara, penyebaran kredit berdasarkan skala Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mencapai Rp 7,885 triliun atau 76,46 persen dari total outstanding kredit. Penyebaran kredit baik dari skala usaha maupun sektor usaha tersebut, mencerminkan konsistensi Bank Buana pada UKM, khususnya sektor perdagangan dan industri.
Sementara itu, tingkat kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross 2005 tercatat sebesar 2,35 persen. Angka tersebut, menurutnya, membuktikan prinsip kehati-hatian (prudent banking) yang selalu dijalankan oleh manajemen sejak awal berdirinya bank itu tahun 1956.
Sedangkan, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) per 31 Desember 2005 tercatat sebesar Rp 12,892 triliun dengan kontribusi dana giro dan tabungan mencapai 55,60 persen dari total DPK yang dihimpun.
Angka tersebut lebih rendah dibanding DPK yang dihimpun perseroan tahun 2004 yakni Rp 13,420 triliun, atau turun Rp 528,16 miliar (3,94 persen ).
Sementara jumlah ekuitas Bank Buana meningkat sebesar 14,05 persen atau sebesar Rp 267,22 miliar dari tahun sebelumnya Rp 1, 901triliun dan rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 20,20 persen atau jauh di atas ketentuan Bank Indonesia sebesar delapan persen. [N-3]