[JAKARTA] Pemerintah akan meminta dukungan dari Jepang, Bank Dunia, dan Bank Pembangunan Asia (ADB) untuk pembiayaan anggaran agar defisit mampu dipertahankan tidak melebihi satu persen dari produk domestik bruto. Kendati dalam APBN 2006, defisit anggaran ditargetkan sebesar 0,7 persen dari PDB.
Hal itu dikatakan Direktur Jenderal Perbendaharaan Departemen Keuangan, Mulia P Nasution, di Jakarta, Rabu (5/4).
Ia menjelaskan, pemerintah berharap Jepang dapat mendukung kegiatan investasi dan infrastruktur. "Kalau Jepang memberi tambahan kan lumayan, karena kita memerlukan dana terutama untuk defisit, kalau defisitnya meningkat dari 0,7 persen. Terus yang kedua untuk pembentukan infrastructure fund dan investasi," kata Mulia.
Sebelumnya, Jepang sudah memberikan pinjaman program sebesar US$ 100 juta. Namun, pemerintah berencana menambah US$ 100 juta untuk pinjaman program sehingga totalnya mencapai US$ 200 juta.
Meskipun tahun anggaran Jepang berakhir Maret 2006, tetapi menurut Mulia, rencana pinjaman tersebut dapat dimasukkan dalam tahun anggaran baru Jepang dan kalau Jepang menyetujui maka akan bisa dicairkan sebelum akhir Desember 2006 untuk mendukung anggaran pemerintah.
Menurutnya, pinjaman Jepang tersebut bisa saja murni untuk menyokong anggaran pemerintah agar defisit tidak bertambah besar, namun dapat juga dikaitkan dengan pembentukan dana infrastruktur yang sekarang sedang dipersiapkan oleh Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam).
"Makanya kami harus duduk bersama. (Pinjaman Jepang) bisa murni untuk men-support defisit," paparnya.
Selain Jepang, pemerintah juga melirik pinjaman multilateral ke Bank Dunia dan ADB untuk memperoleh dukungan dana. Kalau dari ADB diharapkan pinjaman dapat bertambah US$ 300 juta dari pinjaman sebelumnya sebesar US$ 500 juta.
Dalam APBN 2006, penarikan pinjaman luar negeri sebesar Rp 35,112 triliun dengan rincian penarikan pinjaman program sebesar Rp 9,9 triliun dan penarikan pinjaman proyek sebesar Rp 25,212 triliun. Sementara untuk pembayaran cicilan pokok utang Rp 63,594 triliun. [L-10]