SUARA PEMBARUAN DAILY

Dua Bocah Tewas Terseret Banjir di Maros

MAROS - Banjir di Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, menyebabkan dua anak tewas, ratusan hektare sawah siap panen terendam, empat jembatan ambruk, dan puluhan sepeda motor tenggelam.

Banjir sejak dua hari terakhir mencapai ketinggian 1,5 meter akibat hujan deras terus mengguyur sehingga Sungai Maros yang membelah kota itu, Rabu, meluap dan menggenangi tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Marusu, Maros Baru, Turikale, Mandai, Simbang, Tompobulu, dan Tanralili.

Dua bocah yang dinyatakan hilang, sore kemarin telah ditemukan, tak jauh dari tempat mereka terseret, keduanya adalah Irfan (7) dan Kiki (7). Irfan terbawa arus air di Jalan AP Pettarani sedangkan Kiki terjatuh di Jembatan Karangtiga, Kecamatan Simbang saat sedang buang air besar.

Tim Penanggulangan Bencana dan Pengungsi Maros mulai menyalurkan bantuan mi instan dan minuman, namun bantuan itu jadi bahan tertawaan warga karena dianggap tidak masuk akal. "Bagaimana mungkin kita bisa memasak mi sedangkan untuk menyalakan api saja sulit," kata Mari, warga Kampala.

Bersamaan banjir tersebut, ribuan murid sekolah dasar di Kabupaten Maros, Rabu, diliburkan sambil menunggu surutnya air. Hj Bungatang (45), guru kelas VI SD 32 Poledjiwa, Kelurahan Alliritenggae mengatakan, setiap ada banjir sekolah ditutup dan tanpa disampaikan lagi, murid pasti meliburkan diri karena gedung sekolah mereka terendam. (148)


Last modified: 31/3/06