SIDOARJO - Tiga ahli waris korban tewas akibat terkena reruntuhan bangunan ketika terjadi angin puting beliung di Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), diberi santunan oleh Pemerintah Provinsi Jatim masing-masing Rp 5 juta. Sedangkan tujuh orang yang mengalami luka-luka diberi santunan masing-masing Rp 2 juta.
"Pemeriksaan kesehatan bagi warga yang terkena musibah dan perbaikan tempat tinggal bangunan lainnya yang rusak, agar menjadi prioritas penanganan," ujar Gubernur Jatim, Imam Utomo, ketika meninjau dan menyerahkan bantuan di lokasi kejadian, Rabu (29/3).
Bantuan lain yang diserahkan kepada Bupati Sidoarjo, Win Hendarso berupa uang tunai sebesar Rp 100 juta dan 10 ton beras. Khusus untuk sekolah yang rusak akan diperbaiki melalui dana rehabilitasi sekolah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jatim.
Angin puting beliung menerjang empat desa di Sidoarjo pada Selasa (28/3). Akibatnya tiga orang meninggal dan tujuh orang luka berat. Sebanyak 174 rumah, tujuh toko, dua gedung sekolah, dua tempat ibadah, satu stasiun kereta api serta satu gedung olahraga di Desa Sepande porak-poranda.
Di Pekauman, empat rumah dan tujuh toko rusak. Demikian juga di Sidoklumpuk 70 rumah, dua sekolah dan dua tempat ibadah rusak serta Lemah Putro satu gedung olah raga rusak.
Tiga korban yang meninggal masing-masing Lilik Munfaidah (35), karyawan Pabrik Rokok Kolang Citra Abadi. Dua lainnya yang meninggal di RSUD Sidoarjo masing-masing Nafi (40), warga Lemah Putro dan Sugemi (50) asal Desa Kedensari. (080)