SUARA PEMBARUAN DAILY

Indonesia Terlalu Dilecehkan Australia

JAKARTA - Australia harus menghormati Indonesia sebagai negara berdaulat, bukan secara sembarangan melecehkan Indonesia dengan memberi visa kepada 42 warga Papua yang meminta suaka ke negeri itu.

"Australia adalah negara yang isinya adalah orang-orang pendatang yang sebenarnya mencaplok tanah orang aborigin, tapi mereka sangat kasar kepada negara tetangganya Indonesia," kata Ketua Partai Demokrasi Perjuangan Rakyat (PDPR) Kokodinata kepada Pembaruan di Jakarta, Kamis (30/3) sore.

Menurut Koko, para pendatang yang sekarang menguasai Australia itu harusnya tahu diri dan jangan mencampuri urusan dalam negeri Indonesia. "Mereka memang menjalankan politik dua muka. Sebelumnya mereka mengakui Papua adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia, tapi di lain pihak mereka memberi visa kepada penduduk Papua yang minta suaka ke Australia. Kita harus hati-hati terhadap negara seperti ini," katanya.

Kokodinata yang berasal dari etnis Tiong- hoa itu menambahkan, dengan adanya tindakan dari Australia seperti ini, Indonesia juga harus mawas diri. "Kita ini ibaratnya macan ompong, yang tidak mempunyai kekuatan apa-apa saat ini digigiti oleh serigala kecil di sekitar kita. Kita memang sedang lumpuh, asyik cakar-cakaran di dalam negeri, akhirnya kita lemah sendiri," katanya memberikan perbandingan.

Dia mengingatkan, pada awal abad ke-19 China mengalami masalah yang lebih berat dari Indonesia sekarang ini. "Untunglah China kemudian menjadi kuat," katanya. (M-5)


Last modified: 31/3/06