SURABAYA - Tim dokter RSU Dr Soetomo Surabaya menghadapi kendala perdarahan pada pasien face off, Siti Nur Jazilla (22), menyusul selesainya operasi wajah secara total pada Rabu (29/3) dini hari. Perdarahan yang sudah diperkirakan sebelumnya, kini diantisipasi lewat beberapa metode. Ketua tim operasi, Dr Teguh Sylvaranto menjelaskan hal itu kepada wartawan di Surabaya, Kamis (29/3).
Dikatakan, pascaoperasi, pasien sudah menghabiskan 2 hingga 3 kantong darah. Jika dihitung sejak operasi, sudah 17 hingga 18 kantong darah yang ditransfusikan. Perdarahan pascaoperasi ini sebenarnya merupakan hal yang lumrah dan sudah diprediksi. Perdarahan masif ini berasal dari pembuluh darah rambut yang ada di sekitaran wajah. Saat dilakukan pengangkatan kulit wajah dalam operasi, sejumlah pembuluh darah rambut yang ukurannya sangat kecil dipotong dan dibuntu dengan electro cautter.
Pembuluh darah rambut, katanya, memiliki mekanisme alami untuk menutup sendiri ketika terjadi kebocoran. Dalam kasus tertentu dan tidak terjadi penutupan alami, terpaksa harus diintervensi. Rembesan darah yang berada di bawah kulit inilah yang menimbulkan hematom (pembekuan darah dalam rongga kepala, Red), sehingga membuat kulit terlihat kebiruan, seperti memar. Untuk itu, dokter melakukan evakuasi dengan menyedot rembesan darah menggunakan selang kecil (drain) yang diselipkan ke bawah kulit.
Dalam operasi itu, tim dokter bedah plastik menyisakan 6 pembuluh darah besar, masing-masing 2 arteri temporalis dan 4 pembuluh vena di bagian wajah untuk disambung pada pembuluh darah circum flexa scapula, flap donor dari punggung.
Kemungkinan Infeksi
Sementara itu, Ketua Forum Pers RSU Dr Soetomo, Dr Urip Murtedjo menjelaskan tahap pertama hingga 48 jam pascaoperasi, tim dokter masih melakukan kontrol terhadap kemungkinan infeksi pada luka operasi dengan melibatkan dokter ahli mikrobiologi untuk memantau kultur jaringan dan darah pasien. Pada masa ini rentan terjadi infeksi.
Urip mengatakan hingga observasi terakhir belum ditemukan trombosis (pembuluh darah yang tersumbat, Red), yang dikhawatirkan muncul pascaoperasi. Sampai saat ini, Siti Nur Jazilla masih berada di ruang perawatan intensif (ICU). Pasien saat ini masih dibantu respirator dan pernapasannya pun masih menggunakan trachestomy, yang dibuat di lubang di tenggorokan. (029)