REKREASI sebenarnya salah satu kebutuhan penting manusia agar bisa lebih rileks dan bergembira. Karena itu, bisnis rekreasi tetap menjanjikan. Hal itu sangat disadari oleh manajemen Ancol Jakarta Baycity, yang sebelumnya kita kenal dengan Taman Impian Jaya Ancol. Mereka terus mengembangkan diri dengan perencanaan yang matang untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Tahun 2015 mendatang, merupakan puncak pembenahan Ancol menjadi Ancol Spektakuler. Target itu bisa tercapai, tapi kuncinya manajemen jangan terlalu cepat berpuas diri.
BEBERAPA warga mengeluhkan harus mengeluarkan kocek yang banyak jika berwisata ke Ancol Jakarta Baycity (Taman Impian Jaya Ancol). Mereka menilai tiket masuk ke sarana rekreasi di kawasan Ancol cukup mahal.
Salah seorang warga, Joko S (40) mengakui, untuk mengajak keluarganya berekreasi ke Ancol, minimal harus mengeluarkan uang Rp 1 juta. Itu hanya untuk dirinya, sang istri, dan dua anaknya.
Bisa dibayangkan, ujar warga Kemayoran, Jakarta Pusat itu, baru masuk pintu gerbang saja, sudah dikenakan Rp 10.000 per orang ditambah Rp 10.000 per kendaraan. Belum lagi ditambah kunjungan ke Dunia Fantasi (Dufan), mana per orang dikenakan Rp 70.000.
Itu belum ditambah jika Joko dan keluarganya masuk ke sarana rekreasi-rekreasi lainnya, seperti gelanggang renang dan gelanggang samudera, yang harga tiketnya relatif mahal.
"Ya, paling enggak kita bisa habiskan Rp 1 juta untuk ke Ancol. Mahal kan," kata dia.
Hal senada juga diungkapkan Agus (38) warga Tanjung Priok, yang sempat mengeluarkan kocek Rp 500.000 untuk masuk Ancol dengan tiga orang saja.
"Jika dibandingkan pusat rekreasi lainnya, Ancol cukup mahal. Coba bandingkan dengan Kebon Binatang Ragunan, enggak sampai sebesar itu," kata Agus.
Meski demikian, Joko dan Agus tetap tidak kapok berkunjung ke Ancol jika ada rezeki lebih. "Ya, paling-paling untuk refreshing dan menghibur keluargalah," tambah Joko.
Benarkah berwisata ke Ancol sangat mahal? Menurut Kepala Humas Ancol Jakarta Baycity, Sofia Cakti, tidaklah demikian. Opie, demikian panggilan akrabnya, mulai menghitung harga tiket Dunia Fantasi Rp 70.000 per orang untuk akhir pekan, dan Rp 50.000 setiap hari kerja..
Menurut wanita asal Bali itu, untuk masuk Dufan tergolong murah, karena di sana terdapat 28 sarana rekreasi. Jika Rp 70.000 dibagi 28, tidak sampai Rp 3.000 bagi masyarakat yang ingin menggunakan sarana rekreasi di Dufan.
"Itu pun bisa dipakai berkali-kali. Karena itu kalau dikatakan mahal, tidak juga," kata dia.
Bahkan, ujar lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) DI Yogyakarta itu, Dufan merupakan sarana rekreasi termurah di dunia, jika dibandingkan di Singapura dan Australia yang mencapai Rp 400.000 sekali masuk per orang.
Apalagi, kata dia, secara fisik, apa yang terdapat di Ancol, tidak kalah dengan tempat-tempat rekreasi di mancanegara.
Menurut dia, saat ini masyarakat Indonesia semakin cerdas, di mana apa yang mereka keluarkan harus seimbang dengan apa yang mereka dapatkan.
"Karena itu kami sangat hat-hati dalam menerapkan harga tiket masuk," kata dia.
Dia menjelaskan, dengan harga yang cukup murah pihaknya memasang target minimal break event point (BEP/balik modal). Namun kenyataannya, Ancol selalu mengalami keuntungan yang cukup signifikan.
Untuk 2006 ini, pihak manajemen menargetkan 12 juta pengunjung, atau lebih 500.000 dari jumlah pengunjung pada 2005. "Untuk mencapai target tersebut, hanya ada satu kata yakni berikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat pengunjung," ujar dia.
Yang jelas, dengan banyaknya pengunjung dan semakin memuaskan, semakin memuluskan Ancol Jakarta Baycity go international pada 2015 mendatang. Semoga. (M-16)