
Pembaruan/Luther Ulag
Summarecon Mal Serpong - Komisaris Utama PT Summarecon Agung Tbk, Sutjipto Nagaria (kedua kanan), Direktur Utama PT SA, Sunardi Rusli (kiri), Direktur PT SA, Lilianawati Rahardjo (kanan) dan Bupati Tangerang, H Ismet Iskandar berbincang pada acara Pemancangan tiang pertama pembangunan Summarecon Mal Serpong Tahap 1, Rabu (29/3) di Serpong, Tangerang, Banten. Summarecon Mal Serpong dengan luas bangunan 40.000 M2 yang berada di kawasan strategis pusat bisnis dan komersial terpadu ini, menurut rencana pembangunannya rampung bulan Juli 2007.
JAKARTA - Setelah sukses selama 30 tahun mengembangkan kawasan Kelapa Gading di Jakarta, PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon), kini tengah giat mengembangkan kawasan Summarecon Serpong yang berada di wilayah Serpong, Tangerang. Di samping perumahan dan berbagai fasilitas penunjang lainnya, di kawasan itu juga akan dibuka Summarecon Mal Serpong (SMS).
Pemancangan tiang pertama SMS diresmikan oleh Bupati Tangerang H Ismet Iskandar dan Komisaris Utama Summarecon Sutjipto Nagaria, dalam suatu upacara yang dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat di Serpong, Rabu (29/3) siang. Sebagaimana di Kelapa Gading, SMS juga akan dibangun tiga tahap. SMS I akan dibangun seluas 40.000 meter persegi dan diharapkan selesai Juli 2007. Selanjutnya, sedikit demi sedikit akan dikembangkan pula dengan SMS II dan III.
Menurut Sutjipto Nagaria, Serpong saat ini telah maju sangat pesat dan menjadi salah satu kawasan menarik di Kabupaten Tangerang. Sejak adanya akses langsung dari jalan tol Jakarta - Merak menuju kawasan itu, perkembangan di sutu sangat pesat dan penjualan hunian di sana meningkat secara signifikan.
Sementara itu, menurut Direktur Proyek SMS, Herman Nagaria, pihaknya melihat masih ada peluang untuk membuka pusat perbelanjaan dalam bentuk mal untuk kalangan menengah ke atas di kawasan itu. Saat ini di dekat tempat itu, memang telah ada beberapa pusat perbelanjaan, namun bentuknya hanya semacam trade center, yaitu pusat perbelanjaan yang oleh pengelolanya dijual secara strata title (dijual putus kepada pembeli).
Sedangkan SMS direncanakan tidak dijual, tetapi 100 persen areanya hanya akan disewakan. Ini membuat Summarecon bisa melakukan kontrol dalam menjalankan mal itu, termasuk membantu penyewa untuk menempatkan mereka di lokasi-lokasi yang lebih cocok untuk berjualan sesuai dengan produk yang dijual. (B-8)