SUARA PEMBARUAN DAILY

SUARA PEMBACA

Voucher Hotel yang Menipu

PERASAAN senang menyeruak saat saya mendapatkan dua lembar voucher menginap di Puncak dan Anyer. Menurut voucher yang dikirimkan oleh Club Pesona Wisata (CPW) tersebut, saya diberi kesempatan menginap masing-masing selama satu hari dan satu malam.

Karena tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan, saya segera mengisi voucher tersebut dan mengirimkannya kepada CPW dengan alamat Wisma Tamara 14th, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, untuk mendapatkan lembar konfirmasi pemesanan (booking confirmation slip). Bukti terlampir.

Di dalam lembar pemesanan yang dikeluarkan tanggal 22 Maret 2006, tertera beberapa informasi, yakni Nama Tamu (Agustina Harahap), RSV No (RSV 5021), CS No (2691), dan Resort (CPW @ Puncak Wisata Resort, Jalan Hanjawar, Pacet, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat). Pada lembar tersebut juga dinyatakan bahwa saya akan menginap di kamar nomor PC201, pada 28-29 Maret 2006.

Setelah mempersiapkan semuanya, saya bersama keluarga pun berencana untuk berangkat. Sesuai jadwal yang tertera, saya diharuskan check-in pukul 15.00 WIB. Namun, karena ingin memastikan terlebih dahulu, saya pun mencoba menelepon ke resort. Sayang, upaya itu sia-sia. Tidak ada petugas di resort yang mengangkat telepon.

Selanjutnya, saya menghubungi kantor pusat CPW. Tanpa meminta maaf, salah seorang staf meminta saya untuk membatalkan acara menginap di Puncak. Menurut dia, ada beberapa masalah yang terjadi di resort yang bersangkutan. Salah satunya, masih menurut staf tersebut, sarana air yang ada tidak berfungsi.

Alhasil, saya disarankan untuk menggunakan lembar voucher liburan yang lainnya yang habis pada 30 April 2006. Masa berlaku voucher sebelumnya habis pada 31 Maret 2006. Bagi saya dan keluarga, pembatalan secara sepihak yang dilakukan manajemen CPW ini jelas merugikan. Waktu yang sudah diatur sedemikian rupa menjadi terbuang sia-sia. Belum lagi kerugian-kerugian lain seperti bahan-bahan makanan yang sudah dibeli untuk persiapan liburan. Di akhir surat, saya meminta penjelasan dari CPW.

Agustina Harahap

Komplek Baranang Siang Indah DIV/3 Bogor - Jawa Barat

Penjelasan Petrokimia Gresik

SEHUBUNGAN dengan berita Suara Pembaruan 27 Maret 2006 dengn judul "Usut Kasus Manipulasi Distribusi Pupuk" maka kami mengklarifikasi bahwa tulisan yang disampaikan Ketua Umum BUMN Watch, H Naldy Nazar Haroen adalah tidak benar dan dapat dikategorikan sebagai perbuatan yang tidak menyenangkan bahkan cenderung kepada pencemaran nama baik Direksi PT Petrokimia Gresik.

Tulisan tersebut juga bernada fitnah yang tidak terbukti kebenarannya. Proses pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi (Urea, S-36, ZA dan Phonska) yang dilakukan oleh PT Petrokimia Gresik telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku yaitu SK Menteri Perindustrian dan Perdagangan No 70/ MPP/ Kep/2/2003 jo. No 356/ MPP/Kep/5/2004.

Pada tahun 2006 ketentuan tersebut diperbaharui dengan dikeluarkannya ketentuan baru oleh Menteri Perdagangan yang tertuang dalam Permendag No 03/ M-DAG/ PER/2/ 2006.

Sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam peraturan tersebut maka batas tanggung jawab produsen dalam pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi adalah sampai dengan Lini III.

Anung Budiwiranti

Sekretaris Perusahaan PT Petrokimia Gresik

Republik BBM

SEKARANG muncul Republik baru via TV Indosiar. Nama Republik BBM (abstrak) gaya berpidato sang presiden sangat mirip dengan gaya Presiden, namun mukanya bulat dan rambut kepala berdiri. Hampir semua penonton tahu itulah Taufik Savalas seorang komedian dan presenter.

Taufik berjuang dari masyarakat bawah sampai mencapai puncak karier. Bapak presiden Taufik Savalas dielu-elukan orang penting warga RI mulai dari mahasiswa, pengamat politik-ekonomi yang kondang. Sebut saja Effendi Gozali, Todung Mulia Lubis, Faisal Basri, J Kristiadi dan banyak lagi tokoh- tokoh lainnya.

Sebagai orang biasa kami dan teman-teman senang menonton acara itu karena lucu dan menggelikan. Saya harap dua ratus juta rakyat Indonesia ikut senang dan menganggap lucu pula. Tapi saya kuatir target tersebut tidak tercapai dan pasti banyak juga yang tidak ketawa karena yang melucu bukan pelawak profesional semua tetapi karbitan dan alih profesi sesaat. Dan saya merasa risau serta gamang kalau Taufik kehilangan penggemar di bidang asalnya.

Bidang politik pasti ada lawan yang anti dia ketimbang komedia atau presenter disukai semua orang. Kekuatiran saya lainnya kalau diantara kita belum bisa membedakan antara kritik membangun dengan sekadar mengolok-olok.

Amir H Rahum SPA

Kelapa Gading Permai, Jakarta

Kasir TPJ Buka Hari Sabtu

UNTUK melayani pra pelanggan, mulai Maret 2006, semua kasir TPJ Unit Pelayanan Pelanggan (UPP) dan Kantor Pelayanan Pelanggan (KPP) dibuka dan siap melayani para pelanggan setiap hari Sabtu pada minggu kedua, ketiga dan keempat setiap bulan.

Pelayanan baru ini secara khusus diadakan TPJ untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan terhadap fasilitas pembayaran tagihan yang juga diinformasikan kepada para pelanggan melalui tagihan bulanan. Pelayanan tambahan pada UPP/KPP tersebut diperuntukkan bagi proses transaksi pembayaran saja.

Para pelanggan dapat menghubungi Call Center TPJ (24 jam, 7 hari dalam seminggu) pada nomor (021) 5772010 apabila mereka ingin memperoleh informasi maupun memberi informasi kepada TPJ atau bahkan menyampaikan keluhan.

Devy A Yheanne

PR Manager External Relations & Communications Directorate PT Thames PAM Jaya

Tanggapan Masalah Investasi

DALAM ruang ini, Sdr Irsan Effendi mempersoalkan masalah ironi iklim investasi di Indonesia. Disinggung mengenai Amien Rais yang tidak setuju dengan tindakan Wapres membela Freeport. Juga penolakan Amien Rais terhadap investasi Exxon Mobil sebesar US$ 2,5 miliar di Cepu.

Lalu masalah dimana rasa nasionalis para pengusaha kelas kakap negara ini, termasuk Hasyim dan Prabowo yang membenamkan investasi mereka diluar negeri, bukan di dalam negeri

Irsan Effendi mungkin salah persepsi masalah nasionalisme dan mengapa ada politikus semacam Amien Rais yang bekoar-koar menolak kehadiran investor semacam ExxonMobil.

Persoalannya adalah, kalau seorang seperti Hasyim atau Prabowo sampai menginvestasikan dana mereka di luar negeri dan pemerintah disana dapat menerima kehadiran mereka dengan tangan terbuka, karena mereka tentunya mengikuti prosedur dan peraturan termasuk ketentuan hukum yang berlaku, bukan saja hanya mau menarik untung saja tanpa memperdulikan kewajiban yang harus mereka patuhi.

Tetapi disini banyak investor yang hanya mau menggaet untung saja, malah menyedot sampai habis sumber daya alam dan mineral yang dimiliki oleh Indonesia. Misalnya apakah benar Freeport sudah memberikan hak yang seharusnya dia berikan kepada masyarakat, apakah Exxon mobil tidak melakukan mark-up pada investasinya, sehingga meskipun minyak mengalir deras, dan seharusnya yang dimiliki pemerintah dan Pertamina dapat sepenuhnya dinikmati oleh mereka, bukan hanya pembagian yang tertulis diatas kerja saja.

Apakah benar KKS yang telah ditandatangani memuat klausul yang tidak merugikan negara. Itulah masa- lah yang selama ini diperjuangkan oleh tokoh-tokoh masyarakat dan para politikus semacam Gus Dur dan Amien Rais.

Jangan sampai negara Indonesia yang katanya kaya raya ini ternyata kekayaan alam dan sumber mineralnya cuma jadi gasakan hingga ludes seluruhnya oleh segelintir manusia saja, baik yang datang dari luar negeri maupun mereka yang mengaku bangsa Indonesia dan memiliki nasionalisme yang tinggi untuk kepentingan Negara.

Taufik Karmadi

Jakarta

Kecewa terhadap Aero Tour

DENGAN propaganda yang menarik kami mengikuti rombongan Aero Tour dengan alamat Taman Duta Mas, jelambar melakukan tour ke Jepang dan Korea.

Semula harapan kami berbunga-bunga untuk refreshing, tapi yang diterima ternyata kekecewaan dan penderitaan.

Kami terkatung-katung di Bandara Narita selama dua jam lebih dengan tiada harapan di negara orang. Terpaksa merogoh kantong sendiri untuk menelepon ke agen di Jakarta. Penempatan hotel yang tidak sesuai dengan tingkat hotel (bintang) yang sudah dijanjikan. Visa untuk masuk ke Korea yang belum siap sudah berani memberangkatkan dengan catatan akan diurus di Kedutaan Korea di Jepang.

Salah satu rombongan terpaksa tidak dapat ikut menikmati tour di Tokyo, Jepang, karena mengurus visa tersebut. Di Kedutaan Korea di Jepang dan juga mencari informasi di kedutaan RI yang dilayani dengan muka yang tidak bersahabat dikira TKI yang terlantar yang akan minta sumbangan.

Terpaksa masuk ke Korea dengan visa transit 2 hari, sehingga banyak hari yang hilang. Pengembalian kelebihan uang karena di Korea dipersingkat yang semula telah dijanjikan dalam pertemuan sebesar US$ 124.00 tidak terpenuhi.

Untuk kejadian itu saya sarankan wisatawan tidak mempergunakan Aero Tour dan hati-hati memilih biro perjalanan. Himbauan kepada YLKI untuk melindungi para konsumen dan organisasi usaha untuk memperbaiki dan mengawasi kinerja anggotanya.

S Gunawan

Tebet, Jakarta


Last modified: 31/3/06