Kejar Tayang ala DPR
Selasa, 21 September 2010 | 14:39
Plesiran para anggota Komisi X DPR ke luar negeri dengan alasan studi
banding pembuatan RUU, tak lain karena ingin menghabiskan jatah anggaran
penyusunan RUU yang mencapai Rp 1,7 miliar per RUU. Pada 2010 ini,
target legislasi DPR sejumlah 70 RUU, di mana 36 di antaranya menjadi
RUU inisiatif DPR. Berarti, ada Rp 61,2 miliar uang yang harus
dihabiskan sampai akhir tahun. “Ini kesempatan emas para anggota
dewan menghabiskan anggaran yang disediakan buat mereka,” ungkap sumber
SP di Jakarta Minggu (19/9).
Karena itu, contohnya, walau arahnya tak jelas dan diprotes dari segala
penjuru, jalan-jalan ke Afrika Selatan dengan dalih studi banding RUU
Kepramukaan tetap saja didukung oleh Ketua DPR Marzuki Alie dan
jajaran pimpinan dewan lainnya. “Mereka tahu studi banding itu tak ada
gunanya bagi penyelesaian RUU tersebut, tapi ketimbang anggaran tidak
terserap biarlah para anggota DPR yang terlibat dalam penyusunan RUU
tersebut diberi bonus jalan-jalan. Dengan begitu, tahun depan tidak ada
alasan untuk memangkas anggaran jalan-jalan DPR,” ungkapnya.
Sumber itu menambahkan, kalau jatah anggaran itu tidak terpakai maka
akan hangus sia-sia dan kinerja DPR yang sudah amburadul makin anjlok
karena tak mampu menyerap anggaran. “Ini mirip sinetron kejar
tayang. Mutu belakangan, yang penting tampil,” katanya. [J-11]
Kirim Komentar Anda
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



