SUARA PEMBARUAN DAILY

A1 GP di Sentul Ditunda

AP - Sheik Maktoum bin Rashid Al Maktoum

JAKARTA - Pelaksanaan balap mobil kejuaraan dunia antarnegara A1 Grand Prix (GP) di Sirkuit Sentul, Indonesia, ditunda pelaksanaannya, menyusul kabar duka meninggalnya penggagas A1 GP, Sheik Maktoum bin Rashid Al Maktoum dari Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) pada 3 Januari lalu.

Situs resmi A1 GP, A1GP.Com yang melansir berita tersebut hanya menyebutkan, penggagas A1 GP ini meninggal secara mendadak pada 3 Januari. Tidak dijelaskan sebab-sebab meninggalkanya, apakah karena jantung, atau penyakit lainnya. Hanya dikatakan Sheik Maktoum bin Rashid Al Maktoum meninggal secara mendadak.

Kepergian untuk selamanya bagi Sheik Maktoum berdampak pada penundaan pelaksanaan putaran ketujuh A1 GP di Sentul, Bogor, Jabar, yang semula dijadwalkan berlangsung pada 15 Januari ini. Padahal sebelumnya, pihak penyelenggara A1 GP sudah mendapatkan dukungan dari pemerintah Indonesia untuk menyelenggarakan balap mobil ini di tanah air.

Sheik Maktoum merupakan penguasa UEA yang menjabat sebagai Perdana Menteri di UEA pada November 1990. Dia merupakan satu dari empat bersaudara yang merupakan anak dari Sheik Rashid bin Saeed Al Maktoum. Keberadaan Sheik Maktoum sangat berpengaruh di Dubai, terutama dalam pembangunan sejumlah infrastruktur seperti modernisasi bandara udara Dubai, peningkatan jumlah sekolahan, pembangunan instalasi listrik dan perbaikan sarana perumahan.

Sheik Maktoum juga terlibat di sejumlah kegiatan amal dalam proyek pengembangan sekolah untuk anak-anak yatim di UEA dan di luar negara tersebut. Meninggalnya Sheik Maktoum secara mendadak, jelas mengejutkan banyak pihak, khususnya dari A1 GP. Pimpinan (CEO) A1 GP, Tony Teixeira menyatakan seluruh staf dan personel tim A1 GP yang berasal dari 25 negara, berduka dengan meninggalnya Sheik Maktoum.

"Karena masih dalam masa berduka, serta menghormati pihak keluarga yang kehilangan Sheik Maktoum. Kami akan mempertimbangkan untuk melakukan penundaan terhadap sejumlah kegiatan yang terkait dengan A1 GP," ungkap Teixeira, Kamis (5/1).

Meninggalnya Sheik Maktoum juga menghentikan kegiatan Pasar Festival Dubai yang tengah berlangsung.

Belum Tahu

Sementara itu, Direktur Sentul Tinton Soeprapto saat dihubungi Pembaruan, Kamis pagi, mengaku belum dapat menjawab apakah pelaksanaan GP Sentul ditunda. "Nanti siang akan ada jumpa pers dengan pihak A1 GP, biar mereka saja yang memberikan keterangannya. Maaf, saya belum bisa bilang apa-apa," ujar Tinton singkat.

Pengelola Sentul itu tampaknya sedih dengan berita penundaan pelaksanaan A1 GP. Karena sebelumnya dia meyakini, kegiatan ini bakal ditonton oleh banyak orang.

"Situasi di Indonesia itu berbeda dengan Malaysia. Kami tidak punya kegiatan besar di dunia otomotif seperti motor (MotoGP) ataupun mobil (F-1). Karenanya adanya ajang A1 itu akan mendorong ribuan orang pencinta kegiatan otomotif untuk datang ke Sentul. Apalagi Indonesia punya pembalap andalan di sana, Ananda Mikola. Keberadaan ajang ini sangat penting untuk Indonesia. Terutama untuk menunjukkan mata dunia, kami mampu menggelar even besar dengan aman," ujar Tinton seperti dilansir dalam A1GP.Com.

Tinton yakin, kegiatan A1 GP Sentul akan dibanjiri sebanyak 50.000 orang. Untuk itu, harga tiket dijual sebesar Rp 200.000 hingga Rp 50.000. Bahkan direncanakan pada sesi kualifikasi, Sabtu (14/1), penonton yang datang tidak akan dikenakan bayaran. (L-9)


Last modified: 5/1/06