
MANILA - Cabang karate menjadi primadona kontingen Indonesia di SEA Games XXIII Manila. Setelah sehari sebelumnya meraih dua emas di nomor kumite beregu putra-putri, Senin (28/11) pagi, Umar Syarief yang turun di kelas kumite perorangan +75 kg berhasil menyumbangkan medali emas. Dari tiga medali emas yang sudah direbut Indonesia, semuanya dari cabang karate.
Di babak final, Umar mengandaskan karateka Malaysia dalam pertandingan yang berlangsung di Mandaue Coliseum, Cebu.
Tim Pembaruan yang meliput ajang SEA Games XXIII dari Manila, Filipina melaporkan, hingga Senin siang, Indonesia baru mendapat tambahan satu medali emas,dua perak dan tiga perunggu.
Total medali yang sudah dikumpulkan tim Indonesia hingga pukul 11.30 waktu Manila adalah tiga emas, empat perak dan lima perunggu.
Selain emas dari Umar Syarief, karate juga menyumbang medali perak dari kata beregu putra. Dua perunggu diperoleh dari kata beregu putri dan di kelas kumite -60 kg melalui karateka putri Nurahmi.
Dengan demikian, kata beregu putra gagal meraih target merebut medali emas. Materi karateka beregu putra Indonesia adalah Faisal, Rommy dan Aswar. Bagi Faisal ini merupakan medali perak yang kedua diraihnya di SEA Games XXIII. Perak pertama dihasilkan di nomor kata perorangan, kemarin.
Cabang wushu yang mulai bertanding di Emilio Aguinaldo Gimnasium, Kontingen Indonesia baru mengumpulkan satu medali perak dan satu perunggu. Perak dipersembahkan atlet wushu putri, Susiana di nomor jurus (taolo) toya, sedangkan perunggu diraih Sandri Liong di nomor nanchen putra.
"Seharusnya Sandri meraih emas, mengingat gerakannya jauh lebih baik ketimbang lawan. Tetapi rupa-rupanya juri memenangkan atlet tuan rumah," ujar manjer tim wushu AhmadYani dengan nada kecewa.
Bakal Bertambah
Senin ini, pengumpulan medali untuk kontingen Indonesia diperkirakan bakal bertambah, baik emas, perak mupun perunggu. Ketua kontingen Djoko Pramono memperkirakan, medali akan bertambah dari cabang-cabang seperti atletik, wushu, karate, taekwondo dan tenis.
Di cabang tenis meja, tim putra Indonesia berhasil mengalahkan Malaysia 3-1 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Ninoy Aquino.Dengan demikian Yon Mardiono dan rekan-rekannya sementara memimpin grup B, dan besok di babak kedua bakal berhadapan dengan tim tuan rumah.
Dari cabang atletik, nomor bergengsi lari cepat 100 meter putra akan dipertandingkan sore. Indonesia berhasil menempatkan dua finalisnya, Suryo Agung dan John Mu-rai.
Kemudian di bagian putri, dua sprinter Deisy Sumigar dan Supiati akan turun di 100 meter. Indonesia juga berpeluang memperoleh medali dari lari gawang putra dengan atlet Edy Jakaria, lempar lembing dan lompat jauh.
Dari cabang tenis, tim putra/putri Indonesia sudah memastikan mendapat medali perak dengan tampil sebagai finalis. Di pertandingan final, tim putra berhadapan dengan tuan rumah Filipina, sedangkan putri menghadapi Thailand.
Dari cabang biliar, tim Merah Putih berhasil mendapat tambahan dua medali perunggu dari cabang biliar di nomor snooker beregu dan cushion (15 bola) single. Sumbangan perunggu snooker diraih trio pebiliar, Rudi Sulaiman, Sayuminteng dan Bambang. Di nomor cushion, pebiliar senior M Junarto mempersembahkan perunggu.
Medali emas dan perak dipersembahkan pebiliar Filipina Ronnie Alcano dan Gabica melalui pertandingn yang brlangsung di Makati Coliseum. Gabica melaju ke final setelah mengalahkan Junarto di babak semifinal dengan skor 5-3. Dalam perebutan medali perunggu, Junarto berhasil mengalahkan pebiliaar Thailand, Amnuayporn Chotipong. *