SUARA PEMBARUAN DAILY

Karate Semakin Terpacu

CEBU - Tim karate Indonesia semakin termotivasi untuk menyumbangkan medali emas sebanyak-banyaknya. Apalagi setelah cabang beladiri itu menjadi cabang pertama yang menyumbangkan medali emas untuk Indonesia. Pada hari pertama cabang karate dipertandingkan di Mandeau Coliseum, Cebu, Indonesia berhasil meraih dua medali emas dan satu perak.

Tim manajer cabang karate, Madju Dharyanto saat dihubungi Pembaruan dari Manila menyatakan target empat medali yang dibebankan PB Forki, besar kemungkinan dapat terlewati. Hingga berita ini diturunkan, pada Senin (28/11) siang, karateka putri andalan Indonesia di kelas 53 kg, Jenny Zeannet masih bertarung di babak final nomor kumite perorangan .

Andalan emas Indonesia lainnya, adalah Umar Syarief (+75 kg) dan Kata beregu putra juga akan turun di nomorfinal siang ini. Sementara pada Rabu (29/11) siang, satu karateka putra yang juga ditargetkan meraih emas adalah Bambang Maulidin dikelas -55 kg.

Bambang yangsempat ditemui mengaku akan berkonsentrasi pada pertarungan. Tampaknya trauma kehilangan anggota keluarga akibat bencana alam gelombang Tsunami di NAD, sedikit demi sedikit sudah dilupakannya.

Nomor kumite memang sengaja berlatih di Jerman yang kini menjadi kiblat karate Eropa. Para karateka Pelatnas menimba ilmu di kedua negara itu hampir sebulan lebih Nomor Kata khususnya beregu, kini menjadi andalan Indonesia, setelah tim pelatnasnya, yang terdiri dari Faizal Zainuddin, Romy Januar Hapsara dan Aswar mampu meraih medali emas di Kejuaraan Karate Dunia Gojukai di Belanda.

Di nomor Kata perorangan, Faisal mampu menyumbangkan medali perak. Pada babak final, Faisal kalah dengan penilaian tipis 2-3 dari karateka Malaysia. *


Last modified: 28/11/05