SUARA PEMBARUAN DAILY

Ruilslag SMPN 273 Dibatalkan

JAKARTA - Kalangan guru dan orangtua murid SMPN 273, Kampung Bali, Jakarta Pusat, mengakui adanya rencana tukar guling (ruilslag) tanah dan gedung sekolah tersebut. Mereka mengatakan rencana tersebut sudah terdengar sejak tiga tahun lalu. Kalangan DPRD DKI pun menentang rencana itu (Pembaruan, 25/11). Tapi, perkembangan berikutnya, rencana ruilslag dibatalkan. Kepala Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) DKI Jakarta Dra Hj Sylviana Murni, Jumat (25/11), membatalkan rencana itu di hadapan Komisi E DPRD DKI Jakarta.

Ruilslag sekolah itu tidak jadi. Saya putuskan akan dibatalkan," kata Sylviana dalam rapat kerja dengan Komisi E di gedung DPRD DKI Jakarta. Seorang guru SMPN 273 yang tidak mau disebutkan namanya mengakui sudah mendengar rencana kepindahan sekolahnya. Menurutnya, kabar penjualan gedung sekolah sudah santer terdengar sejak mencuatnya kasus ruilslag SMP 56 Melawai. "Saya memang sudah dengar kabar kalau kami akan pindah, karena sekolah ini dijual ke pihak swasta. Tapi, saya tidak tahu kepada siapa. Lokasi sekolah yang baru saya juga belum tahu. Saya tahu akan pindah ke Cibubur, Jakarta Timur dari koran," kata guru itu.

Keberatan

Orangtua murid yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, dia juga telah mendengar kabar sekolah itu dijual kepada pihak swasta. Dia mengatakan keberatan dengan hal itu, terlebih lagi jika sekolah anaknya dipindahkan ke Cibubur.

Dia juga menyesalkan sikap Pemprov DKI yang dinilainya terlalu mengejar kepentingan komersial. "Mau jadi apa dunia pendidikan kita kalau sebentar-sebentar pemda menjual gedung sekolah dan memindahkan kegiatan belajar-mengajar tanpa memikirkan kepentingan anak-anak," katanya.

Dia yakin gedung sekolah tersebut diminati pihak swasta karena berada di wilayah Tanah Abang, salah satu kawasan komersial di Jakarta Pusat. "Pasti karena sekolah ini dekat dengan Tanah Abang, makanya mau dijual ke swasta. Coba kalau letaknya di perkampungan pasti tidak akan dijual," tandasnya.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Richard GE Tulis mengatakan, dewan belum puas mendengar pernyataan Kepala Dinas Dikdas. Dia berjanji akan kembali memanggil Dikdas untuk meminta penjelasan secara detail mengenai rencana ruilslag SMPN 273. "Tadi dia (Kepala Dinas Dikdas, Red) menyampaikan keputusannya tidak secara resmi. Cuma bicara singkat, kami masih akan mempertanyakan masalah ini sampai tuntas. Yang dimaksud akan dibatalkan itu apa? Apakah hanya ruilslag-nya? Lalu bagaimana dengan sebagian tanah sekolah yang telah dijual ke swasta?" tegasnya. (Y-6)


Last modified: 26/11/05