SUARA PEMBARUAN DAILY

Masih Rendah Nilai Jual Ikan Air Tawar di Jabar

BANDUNG-Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Barat (Jabar) mengaku kesulitan untuk meningkatkan nilai jual produk perikanan di wilayahnya, padahal potensi ikan air tawar cukup tinggi.

"Untuk meningkatkan nilai jualnya, kita mengalami kesulitan. Kalau mau ekspor kita harus melalui Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Akibatnya biayanya menjadi tinggi," jelas Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Jabar Darsono kepada wartawan usai membuka Pameran Ikan Hias di Hotel Preanger, Bandung, Jumat (25/11).

Produksi ikan air tawar di Jabar, tutur Darsono mencapai 133 juta ekor per tahunnya. "Padahal permintaan untuk mengirimkan ikan lokal ke luar negeri cukup banyak. Ada sekitar 58 jenis ikan yang diminta, seperti ikan koi, ikan koki, dan juga lou han. Sisanya banyak ikan lokal," ujarnya.

Permintaan ikan tersebut lebih banyak datang dari negara-negara yang mempunyai iklim empat musim. Namun demikian, Darsono menyayangkan permintaan akan ikan lokal saat ini sulit untuk dipenuhi. Pasalnya, beberapa jenis ikan di antaranya ikan sepat, betook, lele lokal, gabus, dan belut sudah sulit ditemukan sekarang ini.

Menurutnya, kelangkaan berbagai jenis ikan tersebut karena sulit ditemui di perairan umum seperti sungai-sungai di Jabar.

Ia mengakui, berbagai jenis ikan itu masih bisa ditemui tapi bukan dalam habitat alamiahnya. Ia mencontohkan ikan lele lokal yang sudah sulit ditemui. Yang banyak ditemui, jelasnya, jenis ikan lele dumbo.

Menurunnya populasi beragam jenis ikan itu menyusut karena zat pencemaran. Kondisi ini, jelasnya, terjadi hampir di seluruh perairan di Jabar. Yang menjadi penyebabnya adalah keberadaan pestisida dan logam berat yang menyebabkan kematian ikan-ikan itu.

Untuk tahun anggaran 2006, Darsono mengaku pihaknya mengajukan dana sebesar Rp 50 juta untuk mengembalikan populasi beragam jenis ikan itu. "Jangan dilihat cukup atau tidaknya, kita harus sudah memulainya dari kecil," katanya.

Program pengembalian ke alam beragam jenis ikan yang kini langka itu, jelasnya, dilakukan dengan menyebarkan benihnya ke 25 Kabupaten/Kota di seluruh Jabar.. Benih beragam jenis ikan itu dikembangkan di Balai Pengembangan dan Pelestarian Umum (BPPPU) di Cianjur Jabar.

Kendati demikian, ungkapnya, hampir semua ikan yang terhitung langka tersebut, saat ini sudah tersedia benihnya kecuali benih belut. Menurutnya, BPPPU belum bisa dibiakkan sehingga stok benih belut tidak dimiliki. (ADI/W-8)


Last modified: 26/11/05