SUARA PEMBARUAN DAILY

Dua Ekor Kerbau Mati di Bengkulu Diduga Terkena Antraks

BENGKULU - Kematian dua ekor kerbau secara mendadak di Kabupaten Muko-Muko, Bengkulu awal pekan ini diduga terjangkit antraks. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu masih meneliti penyebab kematian kedua kerbau.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, Drh Daryanto yang dihubungi Pembaruan, di Bengkulu, Jumat (25/11) membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, pihaknya telah menerunkan beberapa stafnya ke Kabupaten Muko-Muko untuk meneliti atas kematian dua ekor kerbau secara mendadak guna memastikan apakah terjangkit antraks atau tidak.

"Kita sudah mengirim beberapa staf ke lapangan untuk mengambil sample darah kerbau yang mati mendadak itu untuk diteliti di laboratorium. Apakah kematian hewan tersebut terkena antraks atau tidak. Ini kita lakukan sebagai antisipasi berjangkitnya antraks di Bengkulu," ujarnya.

Namun demikian, Daryanto tetap optimistis kematian kerbau tersebut bukan disebabkan terjangkit antraks. Sebab, hingga sekarang belum ditemukan ada hewan milik masyarakat di daerah ini yang terjangkit antraks. Meskipun demikian, pihaknya tetap mewaspadai penyakit tersebut di Bengkulu.

Masih Aman

Masalahnya, beberapa daerah tetangga Bengkulu sudah terjangkit antraks, sehingga tidak tertutup kemungkinan penyakit yang dapat mematikan manusia ini sudah masuk ke daerah ini. "Yang jelas, meski Bengkulu sampai sekarang masih aman dari antraks masyarakat diminta untuk tetap mewaspadai penyakit tersebut," ujarnya.

Daryanto mengatakan, kematian dua ekor kerbau miilk warga Kabupaten Muko-Muko pekan lalu itu diduga karena masuk angin. Pasalnya, tanda-tanda kerbau tersebut terjangkit antraks tidak ditemukan. Kerbau tersebut sebelum mati hanya hanya mengamuk dan matanya merah. (143)


Last modified: 26/11/05