
PEMBARUAN/YC KURNIANTORO
PEMUSNAHAN UNGGAS - Dua petugas memotong seekor burung nuri untuk dimusnahkan, di halaman Balai Rakyat Utan Kayu, Jakarta Timur, Jumat (25/11). Sebanyak 85 ekor unggas secara sukarela diserahkan warga dan dimusnahkan untuk mencegah penyebaran virus flu burung.
JAKARTA - Perusahaan farmasi Roche, pemilik hak paten atas obat antivirus influenza osetalmivir yang berbasis di Swiss, mengizinkan Indonesia memproduksi sendiri obat antivirus influenza tersebut. Untuk pengadaan bahan baku akan dijajaki dari Korea.
Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengatakan hal itu seusai bertemu dengan Menteri Kesehatan Singapura Khaw Boon Wan, Jumat (25/11) di Jakarta. Menurut dia, Departemen Kesehatan belum menunjuk perusahaan farmasi nasional yang akan memproduksi obat antivirus influenza itu.
Seperti diketahui osetalmivir merupakan obat antivirus yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam pengobatan kasus infeksi virus flu burung (avian influenza/AI).
Menurut Khaw, wabah flu burung berpotensi menimbulkan masalah serius bila terjadi perubahan pada virus (mutasi), sehingga terjadi penularan antarmanusia.
Untuk mengatasi hal itu, ujarnya, Singapura, Amerika Serikat (AS) dan Indonesia bekerja sama membuat proyek percontohan (pilot project) di Indonesia dalam upaya meningkatkan pengamatan (surveillance) dan pengendalian flu burung.
Disebutkan, kunci utama pencegahan pandemi influenza pada manusia, yang diperkirakan terjadi bila virus AI subtipe H5N1, adalah pencegahan. Oleh karena itu perlu mengendalikan kasus flu burung di sektor pertanian. Khaw menjelaskan, kerja sama antarnegara itu lebih pada penerapan ilmu dan teknologi dalam meningkatkan kapasitas laboratorium untuk menemukan tes dan pengobatan terbaik. Diharapkan dengan kerja sama itu analisis sampel lebih cepat dan akan dilakukan analisis genom virus AI.
"Kerja sama antarnegara diperlukan untuk mempercepat proses menemukan sistem pencegahan flu burung. Kuncinya adalah surveillance. Proyek percontohan akan dilaksanakan secepatnya dan akan menyertakan berbagai sektor. Akan ada koordinator dari proyek percontohan itu," ujar Khaw.
Kerja sama antara Indonesia dan Singapura merupakan tindak lanjut pembicaraan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong pada Konferensi Tingkat Tinggi APEC di Busan pekan lalu. Keduanya sepakat bekerja sama dalam menghadapi pandemi influenza.
Secara terpisah Fadilah menuturkan, pilot project yang merupakan kerja sama antarnegara itu merupakan yang pertama di Indonesia. Lokasi pilot project direncanakan di tiga provinsi, yaitu di DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat.
Dalam kunjungannya ke Indonesia, Khaw menyerahkan paket bantuan kepada Indonesia berupa 5.000 dosis osetalmivir, 5.000 set alat perlindungan perorangan untuk tenaga kesehatan dan 5.000 set peralatan diagnostik cepat.
Selain itu, pemerintah Singapura juga memberi bantuan peningkatan kapasitas di bidang peternakan dan kesehatan masyarakat, pelatihan dan dukungan teknis untuk keperluan surveillance dan manajemen wabah. "Kerja sama ini menguntungkan. Kita memiliki kasus flu burung, sedangkan mereka memiliki peralatan," ujar Fadilah. (N-4)