JAKARTA - Kunjungan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, ke Afrika Selatan, mulai 25 November hingga 2 Desember 2006, ternyata diikuti 30 pedagang garmen Pasar Tanah Abang.
Menurut Kepala Humas Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI, Catur Laswanto, keikutsertaan 30 pedagang tersebut, terkait dengan rencana mereka untuk menjajaki dan memperluas pasar garmen ke Afrika Selatan.
"Gubernur dan rombongan Pemprov DKI hanya memfasilitasi. Ini tidak ada kaitannya dengan upaya membujuk para pedagang agar menyetujui rencana renovasi pasar regional Tanah Abang," kata Catur, di Balaikota, Jumat (25/11).
Dia mengungkapkan, peran serta Pemprov DKI dalam menfasilitasi ke-30 pedagang itu, disebabkan Pasar Tanah Abang bukan hanya menjadi pusat garmen nasional tapi juga internasional.
"Buktinya, transaksi yang terjadi di sana transaksi antarnegara dan Afrika Selatan merupakan negara yang punya potensi pasar besar untuk dikembangkan," ujar Catur.
Dia menjelaskan, para pengusaha itu, akan mengunjungi Mabuto Mozambik, Durban (Ibukota Kwazulu Natal) dan Johannesburg dan melakukan kontak bisnis langsung dengan pengusaha setempat.
Mengenai kunjungan Gubernur ke Afrika Selatan, Catur mengatakan, tujuan utamanya untuk menandatangani perjanjian kerja sama Sister City Jakarta-Mabuto Mozambik dan kerja sama Sister Province Jakarta-negara bagian Kwazulu Natal.
Dengan kerja sama tersebut, berarti Jakarta sudah memiliki kerja sama sister city dan province city dengan 15 kota besar manca negara. Kota-kota itu, diantaranya Los Angeles, Paris, Berlin, Tokyo, Beijing, dan Seoul.
Khusus dengan Mabuto Mozambik, lanjutnya, Pemprov DKI akan bekerja sama di beberapa bidang, antara lain perdagangan. Sementara pemerintah Mabuto Mozambik tertarik untuk mempelajari penataan taman kota dari Pemprov DKI. (J-9)