Setiap Unggas Akan Dibayar dengan Harga yang Sesuai dengan Harga Pasar
JAKARTA - Tujuh kelurahan di wilayah di Jakarta Timur, yaitu Kelurahan Utan Kayu Utara, Matraman, Kelurahan Ceger, Cipayung, Kelurahan Pondok Kelapa, Duren Sawit, dan Kelurahan Makasar dinyatakan suspect (diduga terserang) flu burung.
Demikian dikatakan Kasudin Peternakan dan Perikanan Jakarta Timur, Dzawil Hidjah kepada Pembaruan, Jumat (25/11).
Menurut Dzawil, keempat wilayah tersebut, dinyatakan suspect flu burung karena di daerah itu ditemukan unggas yang positif terkena flu burung. Saat ini, wilayah-wilayah itu dalam pengawasan penuh pihak sudin peternakan dan perikanan bersama sudin kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Kasudin Kesmas, Dien Emawati menambahkan di seluruh Jakarta Timur terdapat 20 orang yang dinyatakan suspect flu burung. Namun, Dien tidak bersedia memerinci siapa saja yang dinyatakan suspect flu burung tersebut.
Lebih lanjut Dzawil mengatakan, pihaknya akan terus melakukan surveillance di seluruh wilayah Jaktim. Namun, tidak bisa dilakukan secara cepat mengingat kegiatan tersebut harus bekerja sama dengan Balai Penelitian Veteriner (Balitvet) Bogor.
Sebagai langkah awal, pihaknya akan melakukan sosialisasi dari pintu ke pintu untuk mengedukasi warga. Untuk kepentingan sosialisasi dan upaya pencegahan penyebaran flu burung, Pemkot Jakarta Timur akan memanfaatkan para Jumantik untuk melakukan gerakan pencegahan flu burung.
Salah satu cara paling efektif dan murah yaitu dengan cara kegiatan pembersihan kandang, termasuk kandang burung dengan cara penyemprotan desinfektan.
Untuk menyukseskan gerakan itu, Wali Kota Jakarta Timur berjanji akan membekali para kader Jumantik dengan pengetahuan lengkap mengenai flu burung dan upaya pencegahannya sehingga nantinya model pencegahan virus flu burung akan meniru pola pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan melibatkan warga secara proaktif.
Sementara itu, sejumlah warga Kelurahan Utan Kayu Utara mengaku tidak mendapatkan dana kompensasi atas unggas mereka yang dimusnahkan Pemkot Jaktim.
Risky (42) misalnya, mengaku unggasnya diminta begitu saja oleh aparat kelurahan tanpa dijanjikan uang penggantian. Padahal ternak miliknya yaitu berupa beberapa ekor ayamnya belum tentu terkena flu burung.
Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Fauzi Bowo mengakui, masih adanya resistensi di kalangan masyarakat saat unggasnya yang dicurigai terkena flu burung mau dimusnahkan. Namun ia yakin, dengan pendekatan yang dilakukan, warga pada akhirnya akan mengikhlaskan unggas yang diduga terkena flu burung untuk dimusnahkan.
Selain itu, Fauzi mengatakan, pemerintah pusat sudah menyiapkan dana kompensasi sebagai uang pengganti bagi warga yang unggasnya dimusnahkan. "Setiap unggas akan dibayar dengan harga yang sesuai dengan harga pasar. Teknis pembayarannya masih akan dibicarakan lebih lanjut," ujar Fauzi.
Namun Ia berharap masyarakat mau sukarela untuk menyerahkan unggasnya yang diduga terkena flu burung untuk dimusnahkan demi keselamatan masyarakat dan lingkungannya.
Menurut Fauzi saat ini, Jabodetabek ditengarai sebagai wilayah yang paling diwaspadai sebagai tempat penyebaran virus flu burung. Oleh karena itu, Ia meminta warga DKI Jakarta untuk lebih waspada dan mengedepankan gerakan hidup bersih. (L-11)