SUARA PEMBARUAN DAILY

Siswa SD Koma Tertimpa Beton Sekolah

JAKARTA - Pahaludin Mahwari, murid kelas 2 SD Negeri Muarabaru 01, Desa Muara Baru, Babelan, Kabupaten Bekasi, koma setelah tertimpa beton yang roboh di sekolahnya, Kamis (24/11) sekitar pukul 08.00 WIB.

Korban yang merupakan anak tunggal pasangan Siti Rahmat dan Naman tersebut, mengalami luka retak di bagian tengkorak kepala dan tulang bagian dada. Hingga Jumat (25/11), korban masih tergeletak di ruangan ICU RS Mitra Keluarga, Kota Bekasi.

Menurut dokter yang menanganinya, dr Nancy Suwana, kondisi Ari masih kritis. Oleh karena itu tuturnya, dia hanya boleh ditemui oleh keluarga dan dokter saja. Saat ditemui Pembaruan, orangtua korban mengaku cukup terpukul dengan kejadian ini.

"Dia saat itu sedang bermain dengan dua temannya. Tiba-tiba tembok pagar di belakang rumah guru roboh. Kata teman-temannya, Ari sedang jongkok di bawah," ucapnya mencoba menceritakan kejadian yang mengenaskan itu.

Dia juga mengaku tidak mengetahui penyebab robohnya tembok setinggi satu meter itu. "Enggak tahu kenapa, tembok itu langsung roboh," tambahnya.

Menurutnya, telinga Ari mengeluarkan darah saat pertama kali dievakuasi. Rasa bingung Naman tidak berhenti pada kejadian itu.

Menurut seorang kerabatnya, Rahmat, dia bingun memikirkan uang pengobatan yang sudah mencapai Rp 9 juta. "Waktu masuk, dikenakan Rp 6 juta. Uang itu untuk sewa kamar dan fasilitasnya. Sekarang, semuanya sudah mencapai Rp 9 juta," ucapnya.

Sejauh ini tuturnya, belum ada pembicaraan antara pihak sekolah dan orang tua yang mengarah pada pemberian bantuan untuk meringankan biaya perawatan Ari. (PS/N-6)


Last modified: 26/11/05