SUARA PEMBARUAN DAILY

Firaun dan Budaya Minum Anggur

AP/Amr Nabil - Patung Raja Tutankhamun

Begitu banyak misteri yang bisa diungkap dari Raja Tutankhamun, penguasa Mesir yang meninggal 3.300 tahun silam. Dari penelitian yang dilakukan oleh tim arkeologi Spanyol baru-baru ini diketahui Raja Tut - begitu dia biasa disebut - ternyata gemar minum anggur merah.

Kesimpulan tersebut diperoleh para ilmuwan yang meneliti residu yang tertinggal di dalam cawan anggur yang tergeletak di dalam makam firaun yang mati muda ini.

Raja Tutankhamun yang masih bocah meninggal pada 1352 Sebelum Masehi. Seperti pendahulunya, ia dimakamkam bersama barang-barang miliknya dan berbagai persediaan. Dalam kepercayaan Mesir kuno diyakini firaun akan membutuhkan benda-benda tersebut pada tahap kehidupan selanjutnya.

Rakyat Mesir percaya orang-orang yang mati seharusnya memiliki makanan dan benda yang mereka miliki di dunia. Antara lain cawan anggur lengkap dengan asal pembuatan seperti diterapkan dalam pembuatan anggur di zaman modern ini.

"Ketika dia wafat, firaun seharusnya memiliki benda-benda yang dia miliki semasa hidupnya," kata Maria Rosa Guasch-Jane, ketua tim riset, seperti ditulis BBC.

Sebuah tempat anggur di makam Tutankhamun bertanda: Tahun 5. Anggur Istana Tutankhamun Penguasa Selatan di Sungai Barat. Kepala Pembuat Anggur Khaa.

Selama ribuan tahun antara waktu kendi anggur ditempatkan di makam dan waktu pemindahannya ke Museum Mesir di London, anggur telah menguap habis. Sehingga hanya jejak kecil tentang apa yang terjadi.

Bukti terakhir tentang kebiasaan minum anggur para raja Mesir diperoleh setelah penemuan teknik Guasch-Jane yang menggunakan cairan kromatografi dan spektrometri. Dari sini didapati sisa-sisa asam dari kedua kendi anggur di makam Raja Tutankhamun.

Para ilmuwan juga bisa menggunakan alat itu pada residu yang tertinggal di kendi lain sehingga tercapai kesimpulan bahwa minuman itu bernama Shedeh, minuman paling mewah di zaman Mesir kuno. Shedeh terbuat dari anggur dan bukan buah delima seperti yang disebelumnya diperkirakan.

Pada zaman dahulu, anggur adalah minuman mewah. Kendi atau botol anggur dibubuhi nama dan tahun pembuatannya. Bahkan ada yang menyebut nama penanam buah anggurnya.

Botol-botol anggur di zaman dahulu mirip dengan yang ada sekarang.

Ahli purbakala sempat beranggapan bahwa anggur yang diminum oleh warga Mesir di zaman dulu mungkin berwarna merah. Ini terbukti dari lukisan-lukisan dalam makam firaun. Di situ menunjukkan anggur yang diperas menjadi minuman diilustrasikan dengan warna anggur merah dan ungu.

Raja Tutankhamun adalah firaun Mesir yang terkenal. Diperkirakan ia memimpin Mesir antara tahun 1334 dan 1325 SM sebagai firaun ke-12 dalam Dinasti Mesir ke-18.

Makam dan mumi Raja Tut masih menjadi buruan para peneliti purbakala yang berlomba-lomba menyingkap kehidupan dan kematiannya. Dulu diperkirakan ia mati karena dibunuh.

Tetapi penelitian memperlihatkan bahwa bukti cedera di tengkorak Raja Tut bisa jadi disebabkan oleh kecelakaan seperti jatuh dari kereta kuda.

Para peneliti mengatakan bahwa Raja Tut bukan dibunuh dan kemungkinan meninggal akibat komplikasi setelah mengalami patah kaki. (Y-2)


Last modified: 26/11/05