SUARA PEMBARUAN DAILY

Michelle Leslie Takut Beberkan Kisahnya di Bali

AP/Andrew Caballero-Reynolds - Michelle Leslie

SYDNEY - Model Australia yang pernah dipenjara di Indonesia karena memiliki dua butir pil ekstasi, Michelle Leslie, mengatakan dia takut mengisahkan pengalamannya selama mendekam di Penjara Kerobokan, Denpasar, Bali.

"Sebetulnya saya berharap kalau bebas saya akan menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi kepada publik Australia," tuturnya sambil berurai air mata dalam jumpa pers, Jumat (25/11).

Kini setelah bebas, Leslie mengaku belum cukup aman untuk mengungkapkan pengalamannya yang ditunggu-tunggu publik Australia. Ia khawatir karena masih ada sembilan warga Australia yang mendekam di penjara Indonesia atas kasus narkotika. "Dan, saya tidak mau mengambil risiko membuat situasi lebih buruk untuk mereka," tuturnya. Tapi, ia menolak membeberkan apa yang membuatnya takut. Ia pun tidak menjawab pertanyaan seputar penangkapannya di Bali.

Surat kabar Sidney Morning Herald memberitakan bahwa sejumlah rekan Leslie mengeluarkan uang hingga A$ 600.000 (US$ 441.156) untuk pembebasannya.

Sekitar US$ 20.000 disiapkan untuk mengubah hasil tes di laboratorium polisi tapi upaya suap ini tidak berhasil. Sebanyak US$ 20.000 juga disiapkan untuk menyuap Kepala Kepolisian Bali I Made Mangku Pastika. Tetapi upaya penyogokan itu ditolak.

Beberapa anggota gugus tugas narkotika meminta US$ 400.000 untuk meringankan hukuman bagi Leslie yakni hanya tiga bulan.

Leslie mengatakan, pada awalnya ia memperkirakan bisa dikenai hukuman 15 tahun penjara. Karena itu orangtuanya yang berasal dari Adelaide terpaksa menggadaikan rumah mereka dan mengambil tabungan untuk memperingan hukuman dan membawa Leslie pulang.

Tapi, ia tidak mengungkapkan bagaimana pembagian uang itu.

Leslie dijatuhi hukuman tiga bulan penjara. Tetapi ia langsung dibebaskan karena selama menanti putusan pengadilan ia telah menjalani kurun waktu hukumannya itu. Ia juga meminta maaf kepada umat Islam Australia. Karena selama persidangan ia mengenakan busana Muslim tetapi kemudian menggunakan jins ketat dan kaos ketika dibebaskan.

Perubahan penampilannya mengundang komentar dari warga Muslim Australia yang menilainya sebagai Muslim gadungan. Leslie bersikeras dirinya telah masuk Islam. (AP/Y-2)


Last modified: 26/11/05