SUARA PEMBARUAN DAILY

Syukuran 70 Tahun Rendra

JAKARTA - Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) bekerja sama dengan puluhan seniman dan musisi ternama, akan menggelar karya seni spektakuler dalam rangka mendukung syukuran 70 tahun usia seniman serba bisa WS Rendra, yang bertajuk "Menimbang Gerakan Kebudayaan Rendra".

Acara gratis untuk umum tersebut berlangsung selama tiga hari (27 - 29 November 2005) pada tiga lokasi pertunjukan secara terpisah di kawasan Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

Seniman yang dijadwalkan mengisi paket budaya itu antara lain, N Riantiarno, Jose Rizal Manua, Butet Kartaradjasa, Putu Wijaya, Chaerul Umam, Amak Baljun, Syu'bah Asa, Adi Kurdi, Ajip Rosidi, Sapardi Djoko Damono, Goenawan Mohamad, Haris Kertarahardja, Ratna Riantiarno dan Jajang C Noer, .

Kemudian kelompok musisi yang sebagian akan membacakan puisi, di antaranya Reny Djayusman, Wowok Herti Prabowo, Yockie Suryoprayogo, Setiawan Djodi, Iwan Fals, Toto Tewel, Sawung Djabo, Trie Utami Aning Katamsi, Innisisri dan grup musik Kantata Takwa.

Tidak ketinggalan politisi Panda Nababan akan membacakan puisi yang diikuti beberapa seniman lainnya. Sedangkan pengamat politik Eep Saefulloh Fatah, ekonom M Chatib Basri, dan Redaktur Seni Budaya Majalah Tempo Laela S Chudori masing-masing akan bertindak pemandu acara tersebut.

Paket yang disiapkan menyemarakkan acara itu meliputi, pemutaran film yang pernah dibintangi Rendra, pameran memorabilia, seminar, dramatic reading oleh para alumni Bengkel Teater, pembacaan cerpen, puisi, dan esai, serta pentas musik karya cipta Rendra.

Eep Saefullof Fatah didampingi Haris Priadi'e Bah dan Malhamang Zam Zam dalam jumpa pers Jumat (26/11) sore mengatakan, pertunjukan seni budaya yang digelar memperingati 70 tahun Rendra memang tidak ada rencana menampilkan Mas Willy (panggilan akrab Rendra-Red. Namun Mas Willy akan hadir pada kegiatan tersebut.

Disebutkan pula, acara spektakuler yang menampilkan seniman dan musisi top itu adalah penghargaan sekaligus prestasi untuk seniman, yang merupakan satu indikator mulai tingkat peradaban suatu masyarakat. Negeri-negeri yang kini dikenal sebagai negeri maju, senantiasa ditandai oleh tradisi penghargaan terhadap para seniman dan intelektual mereka. (G-5)


Last modified: 26/11/05