SUARA PEMBARUAN DAILY

30 Tahun Grup Summarecon

Mengubah Rawa-rawa Menjadi Kota Modern

PEMBARUAN/LUTHER ULAG

PUSAT HIBURAN - Salah satu sudut di pusat hiburan dan gaya hidup La Piazza, di kawasan Summarecon Kelapa Gading, Jakarta Utara.

APA hubungannya antara maestro musik jazz Louis Amstrong dan kawasan Kelapa Gading Permai di Jakarta Utara yang kini dinamakan Summarecon Kelapa Gading? Bisa jadi memang tak ada hubungan apa pun. Tapi paling tidak, baik Louis Amstrong maupun Grup Summarecon yang membangun Summarecon Kelapa Gading, sama-sama memilih ungkapan wonderful world.

Kalau Louis Amstrong dengan suara serak-serak basah yang penuh romantisme menyanyikan lagu What a wonderful world, maka Grup Summarecon memilih tema Wondeful world, wonderful anniversary, untuk memperingati 30 tahun usia perusahaan pengembang itu.

Perayaan ulang tahun yang akan diadakan di pusat gaya hidup dan hiburan La Piazza, Sabtu (26/11) petang, ditandai dengan sejumlah acara yang dikemas menarik. Seolah ingin menunjukkan bahwa kawasan Summarecon Kelapa Gading itu memang telah berkembang menjadi kawasan yang wonderful (sangat bagus).

Lewat "tangan dingin" seorang pengusaha yang bernama Soetjipto Nagaria, kawasan itu kini telah menjadi salah satu wilayah elite di Jakarta. Selain menjadi bagian kota modern dengan fasilitas yang lengkap, Summarecon Kelapa Gading juga menjadi pilihan utama untuk para pencinta kuliner. Sejak akhir 1980-an, tempat itu telah menjadi "surga" makanan dan minuman dengan beragam menu yang ditawarkan ratusan, bahkan mungkin ribuan, gerai makanan dan minuman di tempat itu.

Bahkan sejak akhir 1990-an dan awal 2000-an, kawasan itu juga menjadi salah satu alternatif bagi para fashionista. Lewat acara bertajuk Jakarta Fashion and Food Festival yang telah diselenggarakan beberapa kali, para pencinta fashion semakin melirik kawasan itu sebagai salah satu trendsetter mode di Jakarta.

Tapi, jangan bayangkan keadaannya pada tahun 1975, ketika kawasan itu baru mulai dikembangka. Saat itu, Jakarta baru saja mulai "bangun" untuk menjadi kota modern. Monumen Nasional, Hotel Indonesia, Toko Serba Ada Sarinah, Stadion Utama Senayan, jembatan Semanggi, dan jalan raya By-Pass yang membelah kota dari Timur ke Utara, memang telah ada. Namun kawasan Kelapa Gading, masih penuh dengan rawa-rawa.

Sepanjang jalan ke wilayah itu, masih sepi. Rawa-rawa, tumbuhan perdu, dan kekumuhan, terdapat di kiri dan kanan jalan ke Kelapa Gading. Adalah Soetjipto Nagaria yang kemudian membeli tanah di wilayah itu. Keinginan awalnya sederhana saja. Dia ingin membangun perumahan bagi para pedagang Senen, Jakarta Pusat, yang letaknya tak terlalu jauh dari Kelapa Gading. Saat itu, Senen memang sudah berkembang menjadi pusat belanja di Jakarta.

Soetjipto lalu berpikir, bagaimana dia bisa menyediakan rumah-rumah, supaya para pelaku bisnis yang berdagang di Senen, memiliki tempat tinggal yang tidak jauh dari kawasan tersebut. Maka tanah sekitar 10 hektare dibelinya. Dia dan sejumlah temannya mulai membangun rumah-rumah yang layak huni. Lewat upaya dan kerja kerasnya, kawasan itu berubah, dari rawa-rawa menjadi kota modern.

Kini, di usianya yang ke-30, PT Summarecon Agung Tbk, perusahaan yang dikembangkan Soetjipto dan teman-temannya, telah membangun kawasan Kelapa Gading dalam area yang amat luas, mencapai sekitar 500 hektare. Selain di Kelapa Gading, perusahaan itu juga telah membuka lahan untuk perumahan di kawasan Serpong, Tangerang.

Sementara di kawasan Summarecon Kelapa Gading, masih dalam rangkaian HUT ke-30 Grup Summarecon, beberapa waktu lalu juga telah dibangun Tugu Summarecon. Bukan hanya satu, tetapi tiga sekaligus. Satu di jalan utama masuk ke kawasan itu dari perempatan Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan Kayu Putih, sedangkan dua lainnya di batas Barat dan Timur kawasan Summarecon Kelapa Gading.

Tidak tanggung-tanggung, pakar seni patung abstrak, Rita Widagdo, dipilih untuk memperlihatkan kreativitasnya dalam mendesain tugu-tugu itu. Hasilnya, menjadi tugu yang unik dan mempunyai daya tarik tersendiri bagi yang melihatnya. Sama seperti kawasan Summarecon Kelapa Gading, yang selalu menjadi daya tarik bagi warga Jakarta maupun wisatawan dalam dan luar negeri.

PEMBARUAN/BERTHOLD SINAULAN


Last modified: 26/11/05