
Pemanah putri nasional Gina Rahayu Sugiharti tengah dilanda kebimbangan menjelang keberangkatan menuju SEA Games XXIII, Filipina. Dia dihadapkan pada dua pilihan yang berat, memilih kariernya sebagai atlet atau jalan hidupnya sebagai seorang ibu.
Gina, 23 tahun, sudah memiliki seorang anak yang baru berusia 18 bulan. Anak seusia itu, tentunya butuh kasih sayang dari kedua orangtuanya. Terutama pelukan kasih sayang sang ibu. Namun Gina meninggalkan anaknya itu, untuk menjalani latihan panahan di kelompok recurve. Tidak tanggung-tanggung, tim panahan berlatih di negeri Ginseng, Korea.
Semua itu dilakukan karena kecintaan Gina terhadap olahraga yang sudah ditekuninya sejak lama, panahan. "Ini sudah jalan hidup saya. Saya mencintai keduanya keluarga dan panahan. Memang awalnya berat saya jalani, apalagi anak saya sedang lucu-lucunya. Tetapi dunia panahan telah memberikan saya jalan untuk pekerjaan dan masa depan," ujar atlet yang berasal dari Jawa barat tersebut.
Satu bulan lamanya, Gina dan tujuh rekannya menempa diri di Korea. Selama di sana, dia mesti merelakan kehilangan waktu berada bersama suami dan anaknya. Gina juga sempat sedih, karena mesti menjalani ibadah Puasa dan merayakan Lebaran di negeri orang.
Beruntung, wanita kelahiran Serang, 3 Desember 1981 ini sudah punya pengalaman sebelumnya. Tahun 2001, menjelang SEA Games di Kuala Lumpur, Malaysia, Gina sudah menjalani Puasa bersama tim Pelatnas panahan. Bedanya ketika itu, dia masih hidup sendiri. Sementara tahun ini, dia sudah memiliki buah hati dari perkawinannya dengan atlet lari Dicky Gunawan.
"Waktu SEA Games 2003 di Vietnam, suami saya ikut dalam rombongan atletik. Sedangkan saya tidak ikut karena baru melahirkan. Kalau sekarang beda, saya berangkat tetapi suami saya tidak karena harus bekerja,"ujar lulusan SMA PPLP Bandung ini.
Toh, Gina sudah menetapkan pilihannya untuk membela Merah Putih di ajang SEA Games 2005. Gina berharap dapat mempersembahkan yang terbaik untuk Indonesia, yaitu meraih medali emas. Target tersebut dapat tercapai, mengingat putri dari pasangan Iskandar Zulkarnaen dan Sofie Saadah, pernah meraih medali perunggu pada Kejuaran Asia di Jakarta awal September lalu. Anak panah Gina yang melesat dari busurnya, berhasil menyelamatkan muka Indonesia dengan meraih medali di kelompok recurve putri. (L-9)