MANILA - Indonesia optimistis mengalahkan tuan rumah Fillipina pada pertandingan perdana polo air SEA Games XXIII yang digelar di Los Banos, Filipina, Senin (21/11) pukul 16.00, waktu setempat. Jika menang langkah untuk bersaing memperebutkan medali emas semakin terbuka lebar.
"Melawan Filipina tentu tidak mudah. Karena mereka juga akan tampil all out untuk meraih kemenangan di depan publiknya sendiri. Tapi kita tetap yakin dan optimistis bisa mengalahkan mereka, "kata Manajer Tim Polo Air Indonesia Andreas Legawa yang dihubungi Pembaruan di Manila, Senin pagi.
Keyakinan dan optimisme tersebut, lanjut dia, setelah melihat penampilan tim polo air nasional yang belakangan ini makin kompak dan semakin menunjukkan ketajaman dalam mencetak angka. Selain itu, stamina para atlet juga semakin prima dan semangat mereka makin mantap setelah berlatih keras dan mengikuti serangkaian try out di Kazhakstan.
Dari beberapa kali pertemuan di SEA Games maupun di kejuaraan polo air internasional, Indonesia dan Filipina saling mengalahkan. Namun di SEA Games XXII, Vietnam, 2003, kedudukan dua tim berimbang dengan skor 12-12. Pada penampilan kali ini, Indonesia sedikit diuntungkan karena ditopang oleh sekitar 50 persen atlet muda. Sementara, Filipina masih didominasi atlet-atlet lama yang usianya sudah cukup uzur.
Setelah menghadapi Filipina, Indonesia akan berhadapan dengan Vietnam, Selasa (22/11), Andreas juga optimistis bisa meraih angka penuh atas Vietnam.
Polo air yang termasuk dalam olahraga akuatik diikuti enam negara. Selain Indonesia, Filipina, dan Vietnam, negara yang berpartisipasi di cabang ini adalah Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Lawan berat akan datang dari Singapura. Pasalnya negeri jiran ini memiliki tim polo air yang sangat tangguh dan dalam beberapa pelaksanaan SEA Games, selalu menyabet medeli emas.
Dari 14 kali berlaga di ajang SEA Games, sebanyak 11 kali di antaranya Indonesia mampu merebut medali, empat kali meraih perak dan tujuh kali membawa pulang perunggu. (M-17/L-9)