JAKARTA - Sepekan menjelang dimulainya pertandingan cabang bulutangkis SEA Games XXIII/2005 Filipina, andalan ganda putri Jo Novita terserang flu.
Hal itu diungkapkan sendiri oleh Jo Novita, di Jakarta, Minggu (20/11). Hingga saat ini, pemain andalan Indonesia ini masih terasa pusing-pusing. Meskipun ia kemudian segera dia berobat, namun rasa pusing itu tetap masih mengganggunya.
Dia berharap segera membaik agar bisa berlatih penuh.
Menurutnya, dua turnamen berturut-turut yang dia diikuti, Hong Kong dan Cina Terbuka, membuat tenaganya terkuras. Ia baru tiba di Tanah Air Senin (14/11) pekan lalu. Esok harinya, dia langsung latihan setelah tiga hari tidak "menyentuh" raket sama sekali. "Setelah kalah di babak perempat final (di Cina, Jumat, 11/11), saya tidak latihan lagi. Akibatnya, badan menjadi lemah. Lagi pula, saat tampil di Cina, betis saya sakit. Namun, saya paksa terus main. Mungkin, flu ini akibat kelelahan," kata Jo.
Jo, yang tepat berusia 24 tahun pada 19 November kemarin, saat ini menduduki peringkat 22 dunia bersama pemain junior Greysia Polii. Bersama Lita Nurlita, pada SEA Games XXII/2003 Vietnam, dia merebut medali emas setelah di final mengalahkan pasangan Indonesia lainnya, Eny Erlangga/Liliyana Natsir. Lita, mantan pasangannya, kini mendapat pasangan baru Nathalia Poluakan.
Prestasi Jo/Greysia cukup mengkilap dalam beberapa turnamen terakhir. Padahal, mereka baru dipasangkan kurang dari satu tahun. Pekan lalu, di Cina Terbuka, mereka mencapai babak perempat final. Sebelumnya, di Hong Kong mencapai babak empat besar.
Bahkan, di Cina Terbuka, mereka menumbangkan unggulan pertama di SEA Games XXIII/2005 Saralee Thoungthongkam/Satinee Jankrajangwong di babak pertama. Ganda Thailand ini bakal menjadi lawannya di babak semifinal bila kedua pasangan bisa mengalahkan lawan-lawan mereka di dua pertandingan sebelumnya.
Sementara itu, satu-satunya pebulutangkis tunggal putri Indonesia yang berlaga di Taiwan Terbuka, Maria Kristin hanya mencapai babak perempat final. (W-11)