SUARA PEMBARUAN DAILY

Kompetensi Lulusan Universitas di Sumut Rendah

MEDAN - Lulusan universitas di Sumatera Utara (Sumut) banyak yang memiliki kompetensi rendah. Kondisi tersebut berdampak pada banyaknya lulusan yang gagal ujian testing masuk perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Begitulah kondisinya. Sekarang ini, perekrutan tenaga kerja harus berdasarkan kompetensi. Tidak bisa lagi hanya sekadar berdasarkan pergaulan atau kedekatan emosional," kata Direktur Utama (Dirut) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III (Persero) Akmaluddin Hasibuan dalam sambutan pada acara malam perkenalan (IAFEN) Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Nommensen 2005 di Hotel Garuda Jalan Sisingamangaraja Medan, akhir pekan lalu.

Menurut Dewan Penasehat IAFEN itu, ada dua jenis kompetensi yang dimaksud yakni knowledge kompetensi dan generic kompetensi. Knowledge kompetensi diisi di kampus dan generic kompetensi yang berkaitan dengan kemampuan berkomunikasi, moral, dan kejujuran. Artinya dari dalam diri, dapat diperoleh dari luar kampus. "Pengisian kompetensi, tidak berarti begitu keluar dari kampus lantas sudah selesai pengisian kompetensi. Harus terus belajar dan memperbanyak pengalaman,"katanya.

Menurut Akmaluddin, universitas sebenarnya harus independen dengan memilih dosen yang independen tanpa di intervensi pihak lain. Dengan demikian dosennya betul-betul kompeten. Begitu juga civitas akademika harus bebas dari pengaruh luar.

"Di negara maju, tak pernah rektor harus dari alumni setempat. Tetapi kalau di Medan, kebanyakan seperti itu. Padahal, kalau rektor dari luar, bisa memberi suasana baru supaya ada wawasan baru dengan citra baru," katanya.

Sementara itu, Ketua IAFEN James Ganda Sormin mengatakan ikatan alumni sebenarnya merupakan salah satu wujud kepedulian para alumni untuk berbuat kepada almamater. (151)


Last modified: 21/11/05