SUARA PEMBARUAN DAILY

Wapres Harapkan Negara Islam Atasi Kemiskinan

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengharapkan agar sistem ekonomi yang akan dibahas oleh delegasi Konferensi Internasional Keuangan dan Ekonomi Islam bisa diimplementasikan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan akan mengurangi kemiskinan dan pengangguran.

Hal itu dikemukakan Wapres ketika membuka Konferensi Internasional Keuangan dan Ekonomi Islam Ke-6 di kantor Wakil Presiden, Medan Mereka Selatan, Jakarta. Hadir dalam acara tersebut Gubernur Bank Indonesia, Burhanuddin Abdullah dan Presiden Islamic Development Bank, Ahmad Mohammed Ali.

Wapres berharap seperti itu karena negara-negara Islam sekarang lebih kaya dan memiliki jaringan yang lebih baik . Itu sebabnya, sangat relevan berbicara tentang sistim keuangan dan ekonomi Islam.

Namun hal yang tidak bisa dipungkiri, lanjutnya, masyarakat di negara-negara yang mayoritas Islam masih hidup miskin. Karena itu, berbicara tentang sistem ekonomi dan keuangan Islam harus memperhatikan keseimbangan (equality) dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat.

Terkait dengan itu dalam sambutannya Wapres menyinggung soal para pelaku bom bunuh diri di Indonesia. Menurut dia, sangat tidak masuk akal anak-anak muda Indonesia di kalangan tertentu berani melakukan bom bunuh diri. Padahal, situasinya berbeda dengan negara-negara lain seperti Palestina dan Irak.

Menurut Wapres, sebagian besar pelaku bom bunuh diri itu adalah mereka yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Ini adalah tantangan serius dan harus dijawab oleh kalangan Islam sendiri. Topik seperti itu juga patut dibahas dalam seminar konperensi Internasional Keuangan dan Ekonomi Islam ke-6 seperti ini.

'' Bagaimana orang-orang muda Indonesia bisa terlibat dalam bom bunuh diri di Indonesia dan kenapa itu bisa terjadi di Indonesia. Sebab, aksi mereka itu justru membunuh sesama warga Islam, dan saya kira sebagian besar dari mereka adalah pengangguran. Ini kenyataan penting yang harus dijawab oleh kalangan Islam sendiri,'' kata Jusuf Kalla.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia, Burhanuddin Abdullah menjelaskan konperensi Internasional Keuangan dan Ekonomi Islam ke-6 ini bertujuan untuk melihat perkembangan dan pencapaian industri keuangan Islam dalam 30 tahun terakhir. Konperensi ini juga bertujuan untuk memecahkan masalah yang belum terpecahkan dalam kurun waktu 30 tahun terakhir secara serius. (A-21)


Last modified: 21/11/05