JAKARTA - Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Effendi Simbolon mengatakan, ada diplomat asing yang diduga kuat membantu aksi-aksi teror di Indonesia. Diplomat asing itu diduga mendanai aksi-aksi terorisme yang terjadi di Indonesia.
"Saya mendapat informasi ini dari Mabes Polri. Tapi, nama dan negara asal diplomat itu belum bisa disebarkan karena masih dalam penyelidikan polisi," kata Simbolon usai diskusi tentang terorisme di Jakarta, Sabtu (19/11).
Menurut Simbolon, diplomat asing yang diduga menjadi penyandang dana teroris itu berasal dari negara di Timur Tengah. Selain itu, beberapa warga negara Malaysia juga diduga membantu pendanaan teroris.
Dikatakan, selain seorang diplomat, warga asing lain yang mendanai teroris juga berprofesi sebagai pengusaha. Hasil usaha yang mereka geluti itu menjadi sumber dana untuk membantu para teroris.
Warga Malaysia itu bertugas untuk memperlancar aliran dana dari diplomat asing itu kepada para teroris. Sampai saat ini mereka disinyalir masih berdomisili di Jakarta. "Polisi akan sedang menyelidiki keterlibatan orang-orang asing itu. Dalam waktu beberapa hari ini polisi mungkin akan mengumumkan nama-nama mereka," kata dia.
Dia berharap pemerintah dapat bertindak tegas dalam menyikapi keterlibatan diplomat asing itu. Pemerintah diminta untuk tidak hanya mendeportasi diplomat itu atau hanya mengirimkan nota protes ke negara yang bersangkutan. Pemerintah juga harus menegakkan sanksi yang tegas sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia.
"Para warga Malaysia itu membantu mengantar uang kepada teroris, baik dengan cara transfer antar rekening bank atau langsung kepada teroris," kata dia. (O-1)