JAKARTA - Bulan Sabit Merah Kuwait (BSMK) yang dipimpin Barjes Al Barjes melakukan kunjungan ke Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), pekan lalu. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk meninjau berbagai bantuan yang telah diberikan sekaligus melihat kebutuhan lain yang harus dibantu.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan BSMK bertemu dengan Ketua Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Aceh Kuntoro Mangkusoebroto. Barjes menyampaikan bahwa pihaknya sedang melihat kemungkinan untuk membangun permukiman penduduk.
"Kami sedang menjajaki kemungkinan untuk membangun perkampungan perumahan bagi para korban bencana tsunami di sekitar instalasi air bersih yang sudah kami bangun," katanya.
Sebelumnya, Barjes yang didampingi Duta Besar Kuwait untuk Indonesia Mohammad Fadel Khalaf dengan menggunakan helikopter, melihat perkembangan pembangunan kembali jalan antara Banda Aceh-Meulaboh yang terputus akibat bencana beberapa waktu lalu. Terkait hal itu, BSMK telah membantu 65 alat berat bagi pembangunan jalan tersebut pada 25 Februari lalu, bertepatan dengan hari jadi negara Kuwait. "Kami langsung menyatakan kesediaan kami kepada pemerintah Indonesia untuk menyumbang alat berat begitu mengetahui adanya kendala dalam menyelesaikan pembangunan kembali jalan yang terputus ini," kata Mohammed Fadel.
Diharapkan dengan adanya bantuan ini pekerjaan dapat diselesaikan dengan waktu yang lebih cepat, sehingga roda perekonomian antara kedua kota menjadi hidup kembali.
Selain membantu pembangunan jalan, juga dibangun instalasi air bersih dari daerah Ulelee. Instalasi ini bisa mensuplai air minum untuk 10.000 masyarakat. Menurut Bendahara BSMK Saad Al Nahedz, untuk memastikan instalasi air bersih ini bekerja dengan baik dan memenuhi kebutuhan air minum bagi penduduk pesisir, perusahaan penyulingan air dari Singapura bertugas mengawasinya. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan proyek tersebut selama enam bulan mencapai US$ 180.000, ditambah pembelian bahan bakar diesel US$ 65.000.
BSMK juga telah memberi berbagai bantuan sosial, antara lain bantuan makanan, obat-obatan dan pakaian, sejak terjadinya bencana sampai sekarang ini sebanyak dua kali sebulan. Selain itu, membantu pondok pesantren yang menampung anak-anak korban tsunami. (PR/A-22)