SUARA PEMBARUAN DAILY

Seperempat Juta Kasus Baru Tuberkulosis Muncul Setiap Tahun

JAKARTA - Setiap tahun ada penambahan seperempat juta kasus baru tuberkulosis (TB) di Indonesia dan sekitar 140.000 kematian terjadi setiap tahun karena TB. Sebagian besar penderita TB berusia produktif (15-55 tahun).

Hal tersebut terungkap dalam Kongres Nasional I Tuberkulosis di Jakarta, Jumat (18/11). Dalam kongres tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Alwi Shihab mengatakan, Indonesia merupakan negara ketiga terbesar di dunia dalam jumlah penderita TB, setelah India dan Cina. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 1990 di Indonesia terjadi kematian sekitar 140.000 orang setahun karena TB. Jumlah ini setara dengan 1.000 kali kecelakaan pesawat terbang yang berpenumpang 140 orang meninggal dunia. WHO telah merekomendasikan penanggulangan penyakit ini dengan strategi direct observe treatment shortcourse (DOTS), yang sudah diimplementasikan secara bertahap sejak tahun 1995.

Dengan berbagai upaya, ujarnya, Indonesia saat ini telah berhasil meningkatkan penemuan kasus TB dari 19 persen di tahun 2000 menjadi 52 persen tahun 2004, dan penurunan angka TB aktif dari 130 per 100.000 penduduk tahun 1999 menjadi 107 per 100.000 penduduk tahun 2004, serta 85 persen dari penderita yang diobati bisa disembuhkan.

Masalah Kesehatan Global

Alwi menegaskan, tuberkulosis merupakan masalah kesehatan global yang harus diatasi karena sepertiga penduduk dunia terinfeksi Mycobacterium tuberculosis. Tidak kurang dari 8 juta kasus baru TB terjadi di dunia dengan 3 juta kematian setiap tahun. "Penyakit ini berdampak besar pada ekonomi karena sekitar sembilan puluh persen penderita TB berada di negara berkembang. Sebanyak 75 persen menyerang usia produktif dan 85 persen menyerang keluarga miskin. Masalah TB diperparah dengan meningkatnya insiden HIV/AIDS dan resistensi ganda terhadap obat antituberkulosis," ucap Alwi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah DKI Jakarta dr Ritola Tasmaya MPH menjelaskan di DKI Jakarta penanggulangan TB masih menemui kendala, di antaranya banyak penderita TB merupakan penduduk musiman dan sumber daya manusia (SDM), seperti dokter dan paramedis yang belum terlatih. Pelaporan kasus TB sering terlambat dan program TB belum optimal.

"Pada tahun 2005 penemuan kasus TB di Jakarta mencapai 55 persen. Tingkat kesembuhannya mencapai 76 persen pada tahun 2004. Sedangkan jumlah penderita TB yang tercatat sampai triwulan III tahun 2005 ada sebanyak 4.920 penderita," ujarnya.

Secara terpisah Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan dr I Nyoman Kandun MPH mengatakan penanggulangan TB di Indonesia menghadapi tantangan, antara lain belum seimbangnya dana operasional program yang tersedia dalam anggaran pemerintah baik pusat maupun daerah, sementara dana dari donor pun terbatas, baik dari segi jumlah dan waktu.

Kemudian, ancaman peningkatan kasus kekebalan obat ganda bila DOTS tidak dilaksanakan dengan benar dan baik. Selain itu, ada kecenderungan peningkatan kasus TB-HIV/AIDS. Saat ini kasus HIV/AIDS sudah menjadi epidemi terkonsentrasi di beberapa tempat. (N-4)


Last modified: 21/11/05