
A AP/POOL/ADRIAN BRADSHAW
BUSH DI CINA - Presiden AS George W Bush (kiri) bersama Presiden Cina Hu Jintao, memberikan keterangan kepada wartawan seusai pertemuan bilateral di Beijing, Cina, Minggu (20/11). Bush meminta agar Cina menjamin kebebasan beragama, berpolitik dan bersosial.
BEIJING - Presiden Amerika Serikat George Bush mendesak Cina memperluas kebebasan beragama, berpolitik, dan beraktivitas sosial untuk rakyatnya.
Hal itu disampaikan dalam pertemuan dengan Presiden Cina Hu Jintao di Balai Agung Rakyat, yang terletak dalam kawasan Lapangan Tiananmen, Minggu (20/11).
Bush dalam pertemuan juga mendesak Hu Jintao agar memperlakukan lembaga-lembaga swadaya yang bergerak di Cina dengan lebih baik.
Bush menyarankan agar Cina mengundang Dalai Lama dan pemimpin Katolik Roma ke Cina untuk mendiskusikan kebebasan beragama. "Mengembangkan kebebasan beragama, politik, dan sosial merupakan hal penting bagi Cina," ujar Bush kepada Hu Jintao.
Sebelum pertemuan itu, Bush menghadiri sebuah misa di Gereja Gangwashi, salah satu dari lima gereja resmi Kristen yang diakui di Beijing. Bush - seorang penganut Kristen taat - tampaknya ingin memberikan dukungan bagi kebebasan beragama di Cina.
Menurut Bush, kebebasan beragama merupakan jalan yang baik untuk memastikan hadirnya kebebasan-kebebasan lainnya.
"Mereka terkait satu dengan lainnya. Sebuah masyarakat yang merasakan kebebasan beragama pasti akan merasakan kebebasan politik pula," katanya.
Dalam pertemuan dengan Presiden Cina Hu Jintao, diperoleh janji tanpa hasil konkret, untuk membuka pasar Cina yang sangat besar bagi petani dan pebisnis AS.
Dalam kunjungan dua harinya di Beijing, Bush juga mengatakan bahwa dia dan Presiden Hu Jintao setuju untuk bekerja sama guna mengurangi defisit perdagangan kedua negara.
Pertemuan AS-Cina dilangsungkan di tengah perseteruan soal impor pakaian murah dari Cina ke pasar Amerika.
Presiden Cina Hu Jintao mengatakan, dia sudah menyampaikan keinginan mereka "untuk bekerja sama secara bertahap guna menyeimbangkan perdagangan" kedua negara.
Pemimpin Cina ini juga menjanjikan untuk terus melanjutkan usaha mencapai nilai mata uang yang lebih sesuai dengan nilai pasar. Selama ini Washington mengatakan, nilai yuan yang dipatok terlalu rendah membuat ekspor Cina mendapatkan keuntungan yang tidak seimbang dengan negara lain.
Menurut Hu Jintao, Cina akan melakukan tindakan guna menghentikan pembajakan berbagai produk, hal yang telah menyebabkan kerugian miliaran dolar bagi para pengusaha Amerika.
Bush mengatakan, hubungan dengan Cina merupakan hal yang penting bagi AS dan dia mengundang kembali Hu Jintao guna berkunjung ke negaranya.
Semula Hu Jintao akan berkunjung bulan September lalu, namun tertunda karena Badai Katrina.
Sebelum pembicaraan, seorang pejabat AS mengatakan, Cina akan membeli 70 pesawat Boeing. Pembelian itu tampaknya merupakan usaha mengurangi frustrasi AS atas surplus perdagangan Cina, yang diperkirakan mencapai US$ 200 miliar tahun ini. (AP/BBC/M-12)