JAKARTA - Mulai 13 November 2005, tiap hari Minggu pukul 18.30 hingga 19.00 WIB, Global TV menayangkan sebuah program feature olahraga alam bebas bertajuk "Lintas Batas". Acara tersebut menampilkan seorang reporter perempuan, Vyara Lestari, yang melakukan aksi melintasi tantangan-tantangan alam di Indonesia, dan tidak menutup kemungkinan juga mencoba melintasi tantangan alam di luar negeri.
Agak berbeda dengan program petualangan sejenis, dalam setiap tayangannya, acara itu mengutamakan olahraga alam bebas yang artifisial, yaitu yang menggunakan peralatan khusus seperti panjat tebing (rock climbing), arung jeram (rafting), telusur gua (caving), selam (scuba diving), arung jeram dengan perahu kano (canoing), atau gabungan dua atau lebih olahraga alam bebas dalam satu lokasi.
Siaran pers Global TV menyebutkan pula, bahwa proses dari olahraga diekspos lebih detil. Mulai dari persiapan (training), orientasi, hingga pencapaian tujuan. Jadi penonton diajak mengetahui lebih mendalam peralatan maupun penggunaannya, serta prosedur keselamatan olahraga alam bebas itu.
Dalam setiap penayangannya, Global TV selalu bekerja sama dengan personel-personel organisasi pencinta alam untuk membentuk tim, di mana reporter dan juru kamera "Lintas Batas" menjadi anggotanya. Kerja sama dengan organisasi pencinta alam ini ditentukan berdasarkan karakteristik dari organisasi tersebut.
Misalnya untuk arung jeram di Jawa Barat, "Lintas Batas" bekerja sama dengan Kapinis Bandung. Sementara untuk panjat tebing, bekerja sama dengan Skyger Bandung, lalu untuk scuba diving di lepas pantai Laut Jawa dengan Wapeala Semarang, dan untuk caving di Jawa Timur dengan ASC Yogyakarta.
Jumlah peminat olahraga alam bebas di Indonesia, baik aktif maupun pasif, diperkirakan cukup banyak. Karenanya, Global TV optimistis program tersebut mampu meraih jumlah pemirsa yang signifikan. (PR/B-8)