
JAKARTA - Seorang remaja Indonesia, Marisa Harun, berhasil menjadi penerima merit award bersama 23 orang lainnya, setelah mengikuti lomba lukis Annual Lions International Peace Poster Contest. Mereka berhasil menyisihkan 350 ribu peserta usia 11-13 tahun dari 60 negara. Lukisan Marisa, siswi kelas tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) Santa Ursula Jakarta itu, juga terpilih sebagai satu-satunya karya yang akan diterbitkan sebagai prangko Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Perlombaan melukis dengan menggunakan cat poster ini dilangsungkan tahun lalu ketika Marisa masih duduk di kelas dua SMP. Pada saat itu putri kedua pasangan Petrus Harun dan Siu Ping ini mengaku tidak menyangka akan muncul sebagai pemenang mewakili Indonesia untuk bersaing di tingkat international.
Lukisan Marisa sebenarnya sederhana, hanya merupakan gambar dua tangan yang menggunakan gelang bergambar bendera seluruh bangsa-bangsa di dunia yang mengapit gambar burung merpati yang melintas di atas bola dunia. Kedua gambar tangan itu mewakili dua warna kulit hitam dan putih.
"Ide ini muncul begitu saja. Maksud dari gambar yang saya buat mewakili seluruh bangsa, baik kulit hitam dan putih, untuk bersatu memelihara perdamaian dunia," kata Marisa, sedikit tersenyum malu.
Sayangnya, Marisa sendiri belum tahu berapa harga nominal prangko yang akan diterbitkan PBB untuk lukisannya. "Kami sebenarnya sudah melihat prangko yang dikeluarkan PBB itu, tetapi lupa melihat berapa harga nominal prangko itu," kata Petrus, orangtua Marisa.
Marisa yang ditemui Pembaruan ketika baru saja akan meninggalkan gedung KONI Pusat, Jakarta, bersama kedua orang tua dan kakaknya, Sylvia, terlihat sedikit kurang percaya dengan apa yang diperolehnya, Minggu (20/11) siang itu. Pasalnya, remaja putri yang mengaku mengikuti kursus menggambar ini tidak bercita-cita sebagai pelukis, namun sebagai desainer pakaian.
"Saya hanya berharap bisa mendapatkan beasiswa untuk meneruskan kuliah jika ada hadiah dari penghargaan ini," kata Marisa yang ingin melanjutkan sekolahnya ke bidang modelling.
Kompetisi melukis itu sendiri berlangsung serentak di 60 negara yang dibagi atas beberapa wilayah. Peserta dari Indonesia masuk ke dalam District 307-A. Juara pertama dari perlombaan ini adalah Vittoria Sansebastiano, yang berusia 12 tahun dan berasal Italia. Selain dari Indonesia dan Italia, sebanyak 22 pemenang lainnya berasal dari Australia, Belize, Brazil, Kanada, Greece, Saint-Barthelemy, Guadeloupe, Hong Kong, Republik Korea, Filipina, Portugal, Spanyol, Taiwan, dan Amerika Serikat. (Y-5)