JAKARTA - Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya memberikan pengamanan khusus berkaitan dengan penyebaran pesan singkat (SMS) yang memprovokasi terjadinya penyerangan terhadap etnis Tionghoa, ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi I Ketut Untung Yoga Ana kepada Pembaruan, Sabtu (12/11) pagi, di Jakarta.
Namun, mantan Kapolres Jakarta Barat itu menolak memberitahukan teknis pengamanan khusus tersebut. "Pengamanan ini rahasia. Tidak bisa dibuka untuk umum," ujarnya.
Juru bicara Polda Metro itu meminta warga etnis Tionghoa tidak perlu khawatir terhadap provokasi-provokasi yang disebarkan oleh oknum-oknum tertentu. Karena, Polda Metro Jaya sangat memperhatikan keselamatan para warganya yang mendapat ancaman.
Sementara itu, dua warga etnis Tionghoa, Benjamin (31) dan Johan Bandarea Kosasih (54) tidak merasa khawatir dengan adanya SMS yang sifatnya memprovokasi tersebut. Menurut Benjamin, yang sehari-harinya bekerja di sebuah bank swasta asing, Jepang, di Jakarta, Sabtu (12/11) dia pernah menerima SMS tersebut sekitar dua minggu lalu.
Namun dia tidak mengetahui siapa pengirim SMS itu. Tetapi kata dia, sejak adanya perintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengusut tuntas pengirim SMS itu menjadi tidak khawatir lagi. "Apalagi sudah ada pernyataan dari pihak Polri yang telah memberikan pengamanan khusus terhadap warga etnis Tionghoa," ujarnya. (M-16)