MANADO - Sejumlah pabrik makanan ternak (pakan) siap membeli ratusan ton jagung produksi petani Sulawesi Utara (Sulut). Oleh karena itu, harganya dijamin bisa mencapai Rp 1.000 per kilogram (kg) di tingkat petani. Untuk itu, petani tidak perlu takut menanam jagung. Karena, pasarnya jelas dan terbuka.
Hal tersebut terungkap dalam pertemuan antara Gubernur Sulut, Sinyo Harry Sarundaujang dengan sejumlah pimpinan pabrik makanan ternak dan Anton Supit dari Dewan Jagung Nasional di Manado, Kamis (10/11). Pertemuan, itu untuk membahas program jangka pendek tentang refitalisasi pertanian, khususnya dalam menanam jagung untuk mengatasi krisis kenaikan bahan bakar minyak (BBM) terutama meningkatkan pendapatan rakyat.
Menurut Anton Supit, kebijakan pemerintah pusat mengembangkan tanaman jagung sangat baik karena menguntungkan rakyat kecil. Apalagi pasarnya jelas, dan kebutuhan dalam negeri masih kurang. Akibatnya, Indonesia masih bisa import sekitar 2 juta ton jagung. "Petani harus mendukung, kebijakan, ini karena sangat membantu dalam peningkatan kesejahteraan rakyat,"kata Anton Supit.
Sementara itu, Gubernur Sulut, Sarundajang, dalam pertemuan tersebut mengatakan, saatnya kita kembali kepertanian. Apakah, itu tanaman, pangan, hortikultura, perkebunan dan perikanan serta peternakan. Menurutnya, diera krisis akibat kenaikan BBM saat ini, kita harus memperhatikan akan masalah ini. Karena, kita harus membangun sektor ini untuk bisa mendatangkan pendapatan bagi rakyat. Tanaman, jangka pendek yang bisa menghasilkan, uang cepat adalah jagung. Sekitar 100 ribu hingga 200 hektare akan dikembangkan. Namun, tahap awal akan dikembangkan sekitar 10.000 hektare.
"Kami minta masyarakat tani, tidak perlu ragu dan takut. Mari tanam jagung untuk kesejahteraan dan kemakmuran,"katanya. (136)