SUARA PEMBARUAN DAILY

KTP Temuan Diduga Milik Noordin M Top

BATU - Aparat keamanan menemukan dua kartu tanda penduduk (KTP) yang diyakini milik Noordin M Top di reruntuhan rumah kontrakan Dr Azahari di Flamboyan Indah Blok.A No. 7 , Batu. Selain itu ditemukan senjata laras pendek kaliber 9 mm. Temuan barang bukti ini diungkapkan seorang anggota polisi yang tidak mau disebutkan namanya kepada Pembaruan, Sabtu (12/11) pagi.

Menurutnya temuan barang bukti itu sudah dibawa ke Laboratorium Forensik Mabes Polri di Jakarta, Jumat siang. KTP yang ditemukan 2 buah dan beralamat di Bandung dan Ambon. KTP tersebut diyakini milik Noordin karena wajah pada foto di KTP mirip dia. Foto KTP yang beralamat di Bandung memperlihatkan Noordin berambut panjang sedangkan yang di Ambon berambut pendek

Sementara itu, Sabtu pagi situasi di lokasi penggerebekan tidak seramai hari-hari sebelumnya. Polisi sudah membuka beberapa police line sehingga warga bisa menyaksikan rumah Azahari dari jarak sekitar 5 meter.

Sedangkan warga di Perumahan Flamboyan Indah berharap agar aparat Kepolisian terus menjaga tempat tinggal mereka. Paling tidak polisi menjaga kawasan itu sampai dua minggu ke depan. '' Semalam warga, ketua-ketua RT dan RW mengadakan rapat. Mereka sepakat untuk meminta kepada aparat keamanan untuk terus menjaga kawasan ini,' kata Usman (53), Ketua RT 01/09, Songgokerto, Baru.

Kepolisian dari negara lain dipastikan tidak akan terlibat dalam proses penyelidikan dalam upaya mengungkap jaringan teroris di Indonesia. Pihak asing itu hanya membantu pemeriksaan di laboratorium.

Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Makbul Padmanegara kepada wartawan di Batu, Malang, Jawa Timur, Jumat. ''Tidak ada polisi asing terlibat penyelidikan. Peranan polisi asing itu hanya membantu proses pemeriksaan laboratorium. Mereka tidak akan ikut campur dalam proses penyelidikan," katanya.

Kepala Badan Reskrim Mabes Polri Komjen Pol Drs Makbul Padmanagara dalam percakapan dengan wartawan sebelum meninggalkan Kota Malang, Jumat (11/11), mengatakan, Cholili, salah satu kaki tangan Azahari, sudah sebulan terakhir dibayang-bayangi petugas secara tertutup. Petugas yang menyamar itu tidak langsung melakukan penangkapan karena belum yakin apakah Azahari dan Noordin M Top berada di rumah tersebut.

Makbul mengungkapkan, dalam waktu dekat akan banyak anggota polisi asing yang datang ke Indonesia untuk membantu pemeriksaan di laboratorium. Selain Australia dan Inggris, yang akan datang dalam waktu dekat adalah ahli forensik dari Malaysia dan Singapura.

Dokumen

Kapolri Jenderal Polisi Drs Sutanto sebelumnya menjelaskan, aksi peledakkan bom Bali II belum lama ini tidak lepas dari hasil kerja Azahari-Noordin. Beberapa pelaku bom bunuh diri di Jimbaran, Bali sudah berhasil dikenali bernama Moh Salik Firdaus asal Majalengka, Jabar, dan Misno alias Wisjnu asal Cilacap, Jateng.

Dari kerabat kedua pelaku bom bunuh diri itulah polisi dalam penyelidikan lanjutan berhasil mendapatkan nama Cholili ''Yahya Antoni'' dan Arman alias Budi Darmawan sebagai kurir dan pengawal Azahari-Noordin yang berada di Kota Batu.

Hasil penyelidikan lanjutan Densus 88 Antiteror Mabes Polri kemudian menemukan rumah kontrakan yang dijadikan basis di Semarang dan Azahari di Kota Batu. Peledakan bom Bali II disebutkan Kapolri juga dirancang Azahari-Noordin dari Kota Batu yang kemudian digerebek dengan baku tembak dan ledakan bom, Rabu baru lalu. (070/O-1)


Last modified: 12/11/05