SUARA PEMBARUAN DAILY

Pimpinan dan Anggota DPR Nonton Sepak Bola di Turki

JAKARTA - Di saat isu kocok ulang pimpinan DPR dan pimpinan alat-alat kelengkapan dewan memanas, delapan orang anggota DPR RI di bawah pimpinan Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif, Sabtu (12/11) hari ini, berangkat menuju Turki.

"Besok Sabtu (12/11)-Red kami berangkat ke Turki atas undangan Parlemen Turki. Kami akan mengadakan pertemuan khusus di sana, sekaligus menyaksikan pertandingan sepakbola antara Turki dan Swiss," kata Zaenal Ma'arif kepada wartawan di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (11/11).

Di Turki, mereka menginap selama empat hari dengan agenda utama yakni bertemu dengan Perdana Menteri Turki Tayyib Erdogan dan serangkaian pertemuan dengan Parlemen Turki. Zaenal mengakui, pertemuan ini inisiatif Parlemen Turki dan semua biaya dan akomodasi ditanggung Parlemen Turki. "Semua ditanggung Parlemen Turki," katanya.

Ketika ditanya, berapa biaya yang ditanggung DPR RI, Zaenal mengatakan, DPR RI hanya menanggung biaya Surat Perintah Jalan (SPJ). Itu saja dan tidak ada lainnya. "Kami tidak menggunakan uang negara selain SPJ," katanya.

Zaenal mengakui, kunjungan ini bertepatan dengan play off pertandingan sepak bola pra Piala Dunia antara Turki dan Swiss di Ankara. Delapan anggota DPR RI diminta menyaksikan pertandingan tersebut. "Tentu tidak salah kalau kami selain bertemu dengan Parlemen Turki juga jalan-jalan dan menyaksikan langsung pertandingan sepak bola antara Turki dan Swiss," katanya.

Mendadak

Keberangkatan Zaenal yang dinilai para wartawan mendadak menimbulkan sejumlah spekulasi politik. Pasalnya, saat ini, Zaenal secara pribadi dihadapkan beberapa isu yang harus diselesaikan.

Pertama, isu kocok ulang pimpinan, terutama terkait pernyataan Zaenal bahwa kocok ulang pimpinan dewan akan berimbas pada pimpinan DPR. "Jika gagasan itu dilaksanakan, maka Zaenal Ma'arif (Fraksi Bintang Reformasi/FBR), Muhaimin Iskandar (Fraksi Kebangkitan Bangsa/FKB) dari unsur pimpinan DPR dan Hidayat Nur Wahid dan AM Fatwa dari unsur pimpinan MPR akan lengser," kata Zaenal.

Pernyataan itu membuat Ketua MPR Hidayat Nur Wahid uring-uringan. Ia menilai Zaenal panik dengan urusan partainya. "Mungkin karena Mas Zaenal agak panik dengan urusan partainya," kata Hidayat kepada wartawan.

Zaenal pun bereaksi dengan pernyataan Hidayat. Pada tanggal 11 November 2005, Zaenal langsung mengirim surat ke Ketua MPR Hidayat Nur Wahid perihal klarifikasi dan penyesalan atas pernyataan tersebut.

"Kami menyesal dan protes keras terhadap pernyataan tersebut. Perlu kami jelaskan bahwa penjelasan kami itu adalah dalam rangka menjelaskan Susunan dan Kedudukan MPR/DPR/DPRD/DPD. Maka kalau terjadi perubahan atas UU tersebut, kemudian terjadi proporsional, secara otomatis akan berimbas kepada pimpinan lembaga-lembaga tersebut," katanya.

Isu kedua, menyangkut perpecahan di tubuh Partai Bintang Reformasi (PBR). Bursa Zarnubi, Sekjen PBR, mengatakan, solusi penyelesaian konflik internal PBR adalah Muktamar Luar Biasa (MLB).

Zaenal tidak sepakat dengan gagasan tersebut. Tapi ketika wartawan menghadapkan secara fisik Bursa Zarnubi dengan Zaenal di sela-sela rapat pimpinan DPR dengan pimpinan fraksi-fraksi, Jumat kemarin, keduanya sepakat menggelar MLB, dengan catatan harus dilakukan pemilihan ulang dengan komposisi pimpinan harus diambil dari kedua kubu yang berseteru. (L-8)


Last modified: 12/11/05