SUARA PEMBARUAN DAILY

Thailand, Tuan Rumah Jambore Pramuka Asia-Pasifik

THAILAND kembali akan menjadi tuan rumah pertemuan pramuka berskala internasional. Bila di akhir tahun 2002 sampai awal 2003 lalu, negara itu menjadi penyelenggara Jambore Pramuka Sedunia, maka 28 Desember 2005 sampai 3 Januari 2006 mendatang, di negara tersebut akan diadakan Jambore Pramuka Asia-Pasifik.

Sama seperti Jambore Dunia sebelumnya, penyelenggaraan Jambore Pramuka Asia-Pasifik akan diadakan di bumi perkemahan Had Yao, Sattahip, di Provinsi Chonburim, sekitar 180 kilometer dari Bangkok. Tempat itu menjadi terkenal di seluruh dunia, khususnya di kalangan para pramuka mancanegara, karena di tempat itulah Jambore Dunia yang pertama di tahun 2000-an diadakan. Apalagi, letaknya pun hanya sekitar setengah jam berkendaraan mobil dari Pattaya, kota wisata pantai yang amat terkenal di seluruh dunia.

Jambore Pramuka Asia-Pasifik kali ini menjadi perkemahan yang bersejarah. Inilah untuk pertama kalinya jambore bagi para pramuka di kawasan Asia-Pasifik, yang pemilihan tempatnya dilakukan melalui pemungutan suara. Sebelumnya, jambore seperti itu hanya diadakan dengan "menempel" pada Jambore Nasional suatu negara. Jadi, bila ada suatu negara yang menyelenggarakan Jambore Nasional dan ingin dijadikan sekaligus sebagai Jambore Asia-Pasifik, maka nama perkemahan besar itu dijadikan Jambore Nasional dan Jambore Asia-Pasifik.

Sementara, untuk Jambore Asia-Pasifik yang akan diadakan di Sattahip, pemilihan tempatnya dilakukan secara terbuka pada suatu pertemuan tokoh-tokoh pramuka se Asia-Pasifik. Pada tahun 2003, dalam pertemuan tingkat tinggi pemimpin pramuka Asia-Pasifik yang diadakan di Cibubur, Jakarta Timur, ada dua negara yang mencalonkan diri sebagai tuan rumah penyelenggara Jambore Asia-Pasifik. Selain Thailand, saat itu Filipina juga mencalonkan dirinya. Negara yang ingin mencalonkan diri sebagai tuan rumah, harus disertai surat resmi dari pemerintah masing-masing, yang menyatakan bahwa pemerintah bersedia mendukung secara penuh jambore tersebut.

Pada pemilihan tahap pertama, suara untuk keduanya berimbang. Maka diadakanlah pemilihan tahap kedua, setelah sebelumnya tiap-tiap negara diberi kesempatan untuk mempromosikan kelebihan masing-masing bila mereka terpilih penyelenggara perkemahan besar itu. Di tahap kedua itulah, akhirnya Thailand memperoleh suara lebih banyak dibandingkan Filipina, sehingga negeri "Gajah Putih" itu ditetapkan sebagai penyelenggara Jambore Asia-Pasifik.

Keunikan lainnya, dalam jambore yang akan diadakan akhir Desember 2005 itu, untuk pertama kalinya organisasi-organisasi kaum muda yang berseragam (uniformed youth groups) di luar organisasi pramuka, diberi kesempatan untuk ikut menjadi peserta. Ada banyak organisasi kaum muda berseragam yang dikenal, misalnya kelompok palang merah remaja, kelompok sejenis karang taruna di Indonesia, kelompok pemuda pedesaan, dan lain-lain. Mereka kini diajak untuk ikut dalam Jambore Asia-Pasifik.

Dalam sambutannya menjelang berlangsungnya jambore itu, Menteri Pendidikan Thailand, Adisai Bodharamik mengatakan,"Acara ini amat bersejarah, karena inilah untuk pertamanya Jambore Pramuka Asia-Pasifik terbuka bagi semua organisasi kaum muda berseragam, baik dari negara-negara yang organisasi kepramukaannya telah bergabung dalam organisasi kepramukaan Asia-Pasifik, maupun untuk kaum muda lainnya seperti dari Kamboja, Laos, Myanmar, Vietnam, dan Timor Leste."

Menteri Pendidikan Thailand itu mengharapkan sekurangnya 15.000 remaja akan ikut jamboree itu. Dia juga menjelaskan bahwa Putra Mahkota Kerajaan Thailand, Pangeran Maha Vajiralongkorn akan membuka jambore tersebut. Sementara Perdana Menteri Thailand akan menutup perkemahan besar yang bertemakan Scouting: the Road to Peace (Kepramukaan: Jalan Menuju Perdamaian).

Jambore kali ini terbuka bagi para pramuka maupun remaja bukan pramuka yang berusia 12 sampai 17 tahun. Bagi Gerakan Pramuka di Indonesia, golongan pramuka yang akan mengikuti jambore tersebut adalah golongan Penggalang yang berusia 11 sampai 15 tahun.

Setiap peserta akan tergabung dalam regu yang terdiri dari 9 anggota dan seorang pemimpin regu. Regu-regu itu akan dihimpun dalam pasukan yang maskimal terdiri dari 40 orang. Setiap pasukan juga akan didampingi oleh Pembina Pramuka yang berpengalaman.

Informasi yang diterima Pembaruan, Gerakan Pramuka saat ini tengah menyiapkan kontingen untuk diikutsertakan dalam Jambore Asia-Pasifik itu. Lewat acara itu, para pramuka Indonesia diharapkan bukan hanya mendapat pengalaman baru berkemah di luar negeri, tetapi juga dapat menjalin persaudaraan dengan sesama remaja Asia-Pasifik.

Persaudaraan yang diharapkan dapat menumbuhkan saling pengertian untuk membantu tercipta perdamaian. Semoga.

PEMBARUAN/BERTHOLD SINAULAN


Last modified: 12/11/05