SUARA PEMBARUAN DAILY

Bahan Bakar Kereta Api dari Organ Sapi

JAKARTA - Di Indonesia, gelombang kemarahan masyarakat terhadap kenaikan harga BBM masih berlangsung. DPR yang semula galak menentang kenaikan BBM, belakangan terkesan mulai jinak.

Tapi nun di Swedia, di negerinya kelompok pelantun lagu menawan ABBA, masyarakat telah mempunyai alternatif BBM. Sumbernya jelas bukan hasil eksplorasi di dasar bumi.

Mereka tidak jauh-jauh dari lingkungannya. Peneliti di Swedia justru memanfaatkan bahan yang sudah ada. Memanfaatkan bagian dari organ sapi yang di Indonesia lebih sering dianggap sebagai sampah. Organ tubuh setelah diolah bisa menjadi BBM alternatif.

Kenyataan betapa kreativitas peneliti Swedia terlihat di tempat pemotongan sapi di Linkoping, Swedia. Mereka membangun ruang khusus di bawah lokasi itu untuk

menyimpan bahan mentah biogas.

Dikelilingi bau anyir, di ruangan itu terkumpul organ sapi seperti lemak dan organ dalam. Ssst, percaya atau tidak, sisa organ seekor sapi bisa menjalankan kereta sepanjang empat kilometer.

Sebuah mobil tangki disiapkan untuk mengumpulkan organ-organ itu dan membawanya ke pabrik biogas, tempat organ sapi dimasak secara perlahan selama sebulan, sebelum gas methan bisa ambil dari ramuan tersebut. Hasil penelitian dan percobaan sudah membawa hasil.

Buktinya, kereta penumpang pertama yang memakai bahan bakar biogas telah membawa penumpang dari kota Linkoping dan Vastervik di Swedia. Gas yang dihasilkan dari organ dalam sapi yang sudah mati terbukti besar manfaatnya.

Pimpinan perusahaan Svensk Biogas, Carl Lilliehook mengatakan, kereta antara Linkoping dan Vastervik akan 20 persen lebih mahal apabila menggunakan gas methan dari organ sapi jika dibandingkan dengan diesel solar. Namun dia mengingatkan, harga bahan bakar minyak akan terus naik.

Kota Pertama

Keberhasilan orang Swedia bukan hanya itu. Di Linkoping, 65 bus sudah mempergunakan bahan bakar biogas. Kota itu mengaku sebagai kota pertama di dunia yang mencoba memakai gas methan untuk bahan bakar bisnya.

Kalau tidak mau memakai gas methan, ada beberapa pilihan lain yang menjadi alternatif bensin. Misalnya campuran bahan bakar bio tingkat tinggi. Tahun ini perusahaan mobil Saab meluncurkan mobil yang memakai bahan bakar bio.

Mesin mobil itu akan menggunakan campuran yang terdiri dari 85 persen bioethanol yang dibuat dari bit gula asal Brasil. Para pakar beranggapan bioethanol dan biosolar sebagai zat berkadar karbon netral karena menghasilkan emisi karbon jauh lebih kecil dari bahan bakar minyak bumi.

Dan tanaman yang menghasilkan bahan bakar bio itu tumbuh untuk menyerap gas rumah kaca penghasi karbondioksida.

Dalam waktu dekat, Saab akan menjual mobil yang memakai bahan bakar bio tersebut. Para direktur perusahaan mobil Swedia, Saab mengatakan perusahaannya ingin menjual mobil bio itu di Inggris, tetapi untuk saat ini infrastruktur bahan bakar bio di Inggris belum ada. Di Swedia, mobil bio buatan Saab tersebut dijual sekitar 1.000 dolar AS, lebih mahal dari model mobil yang sama dengan bensin.

Namun harga bahan bakar bio campuran di Swedia sepertiga lebih murah dari bensin dan solar. Selain itu perusahaan yang menyediakan mobil bio dibebaskan dari pajak dan pengemudi bebas dari biaya parkir. (BBC.com/A-14)


Last modified: 12/11/05