SUARA PEMBARUAN DAILY

Jakarta Jelang Pagi

Melek Sepanjang Hari

Kehidupan di terminal bus, memang tidak pernah mengenal kata "tidur". Apalagi pada saat menjelang Hari Raya Lebaran, di mana terjadi arus mudik yang merupakan kegiatan rutin umat Muslim dalam menyambut hari besar itu.

Itulah yang terlihat di salah satu terminal bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Jakarta, yakni Kalideres, Jakarta Barat.

"Kehidupan" di sana, tidak hanya diramaikan oleh petugas terminal, tetapi juga berbagai intansi lainnya, di antaranya para pegawai perusahaan otobus (PO).

Sejak H-7 Lebaran, mereka selalu berlomba untuk mencari penumpang agar mau menggunakan jasa busnya. Persaingan yang ketat itulah yang memaksakan mereka harus "melek" sepanjang hari.

Salah seorang karyawan sebuah PO, Jumadi (46) mengatakan, di Terminal AKAP Kalideres terdapat sedikitnya 60 PO. Banyaknya PO tersebut, otomatis memaksa mereka untuk bekerja lebih keras lagi.

"Kalau tidak melek, kita tidak bisa dapat penumpang," ujar Jumadi.

Dia mengakui, perusahaannya menerapkan tiga shif (tahap) untuk para karyawannya selama musim mudik. Namun terkadang, Jumadi dan rekan-rekannya itu tidak memedulikan sistem shif tersebut.

"Kami ingin mendapatkan penumpang yang banyak, karena otomatis kami akan mendapat bonus yang besar," jelas dia.

Dia mengemukakan, para penumpang tidak hanya berangkat pada siang atau malam hari, tetapi terkadang ada yang berangkat pada tengah malam. Biasanya, ini dikarenakan bus-bus dari daerah datang terlambat.

"Kalau sudah begitu, kami harus mendampingi para penumpang," ujar dia.

Salah seorang rekan Jumadi, Joni mengatakan hal yang sama. Dia "terpaksa" harus begadang karena untuk mendapatkan bonus yang lebih besar lagi. "Kalau enggak dapat bonus yang besar, bisa-bisa enggak Lebaran," canda dia.

Seperti halnya orang-orang lainnya, untuk menjaga kondisi tubuhnya, baik Jumadi maupun Joni, terkadang menyempatkan diri untuk beristirahat, ditambah makan yang secukupnya. "Kalau enggak begitu, paling-paling kita kuatnya hanya dua hari saja. Selebihnya tumbang," kata Jumadi.

Yang menguntungkan, kata keduanya, suasana di terminal tetap ramai, meskipun hari sudah menunjukkan tengah malam. Karena semua PO busa mengerahkan kru untuk begadang.

"Selain istirahat, untuk mengisi waktu kita bisa main catur atau main gitar sambil nyanyi-nyanyi," tambah Joni.

Untungnya, kata Joni, sejak tahun lalu, pihak Terminal AKAP Kalideres benar-benar melakukan pengawasan ketat terhadap calo-calo, sehingga para kru PO-PO tersebut lebih leluasa untuk mencari penumpang.

"Kalau masih ada calo, kita bisa rugi. Untungnya beberapa tahun ini pihak terminal benar-benar sudah memberantas calo," kata Joni. (M-16)


Last modified: 12/11/05