SUARA PEMBARUAN DAILY

Wapres Jusuf Kalla Buka Pertemuan Saudagar Bugis

Pembaruan/Alex Suban - Jusuf Kalla

MAKASSAR - Wakil Perdana Menteri (Waperdam) Malaysia, Dato' Sri Mohd Najib bin Tun Abdul Razak, mengikuti Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) yang di buka Wakil Presiden (Wapres) HM Jusuf Kalla di Hotel Sahid Jaya, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (12/11) pagi.

Wapres Jusuf Kalla dalam sambutannya menekankan bahwa hal paling penting untuk mencapai kemajuan sebuah bangsa adalah semangat untuk maju, semangat inovasi dan semangat kerja keras. Kalau semua daerah mempunyai semangat yang sama, maka Indonesia akan cepat maju.

"Kalau semangat Minang, semangat Jawa, semangat Maluku, dan semangat di daerah-daerah lain, maka itu adalah semangat untuk kemajuan Indonesia," tegas Kalla.

Wapres menambahkan, dunia usaha terutama juga pengusaha harus memiliki semangat untuk berusaha karena manajemen pengusaha tidak beda dengan manajemen memimpin bangsa. Dia menekankan ada empat hal untuk kemajuan dunia usaha yang harus dipenuhi yaitu semangat tidak cepat menyerah, semangat untuk maju, dan inovasi. Kedua, pendidikan, ketiga networking, dan keempat kebijakan pemerintah.

Keempat hal itu sambung Wapres harus dikombinasikan. "Tetapi terkait dengan semangat, semangat harus dimulai dari diri sendiri, dan didorong dari dalam diri sendiri," imbuh Kalla. Terkait dengan itu dia menegaskan bahwa semangat pokok orang Bugis Makassar adalah kemauan untuk mengambil resiko, baik resiko untuk mendapat untung maupun resiko siap untuk rugi. Semangat ini kata Kalla adalah semangat saudagar, sehingga saudagar menurut Kalla berarti seribu akal dalam arti harus memiliki banyak akal dan cara untuk bisa maju dalam usaha.

Wapres menambahkan, para saudagar Bugis saat ini berada di mana-mana, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Dia menyebutkan kalau ada pasar di manapun di Indonesia Timur, maka pasar itu pasti dikuasai orang Makassar, dan di setiap pantai di manapun di Indonesia, di sana pasti ada orang Bugis Makassarnya. Namun demikian dia mengimbau kepada semua orang Bugis Makassar yang berada di tempat-tempat itu untuk mempengaruhi orang-orang setempat dengan semangat saudagarnya untuk berkembang sesuai dengan kultur daerah masing-masing.

Dia mencontohkan, orang Makassar di Madura misalnya harus mampu mengembangkan orang Madura dalam bidang yang menjadi keunggulan mereka. Begitu pun dengan orang Minang. Dengan pengaruh orang Makassar, orang Minang harus lebih maju dari kondisinya sekarang.

Kiprah Pengusaha

Pada bagian lain Wapres mengemukakan bahwa 7 tahun terakhir perkembangan politik Indonesia sudah sangat berubah. Kalau dulu, kalau orang muda Indonesia bercita-cita menjadi apa saja seperti menjadi pengusaha, bupati, gubernur, menteri, atau presiden harus memasuki akademi militer, tetapi sekarang hal itu tidak terjadi lagi. Bahkan saat ini kata dia ada 13 gubernur di Indonesia yang berlatar belakang pengusaha. Di DPR jumlahnya lebih banyak lagi. Kalau dulu, mayoritas menteri juga jenderal, tetapi sekarang di sini saja ada tujuh menteri, empat di antaranya termasuk wakil presiden berlatar belakang pengusaha. Artinya jelas Jusuf Kalla cita-cita pengusaha adalah untuk memajukan bangsa.

Sementara itu, Deputi Perdana Menteri Malaysia dalam sambutannya menekankan bahwa hubungan Indonesia - Malaysia di wilayah Asia sangat strategis. Karena itu hubungan itu harus diperkuat tidak saja berdasarkan asumsi-asumsi rasional, tetapi lebih menggunakan pendekatan hati nurani. Karena hubungan dengan menggunakan pendekatan seperti itu lebih mengokohkan hubungan antar kedua negara. Apalagi hubungan Indonesia dan Malaysia memiliki kesamaan sama, terutama dalam soal etnis. Tetapi dia tetap mengingatkan untuk tidak terlalu terikat dan terkungkung pada etnisitas karena kalau terlalu terkungkung pada kelompok etnisnya sendiri, maka gampang dicerai-beraikan, dan itu sudah terbukti selama masa penjajahan. Karena itu untuk membangun dan meraih kemajuan baik Malaysia maupun Indonesia perlu ada kerjasama yang kokoh dan dilakukan secara terus-menerus.

Pendekatan kekeluargaan dalam hubungan Indonesia - Malaysia sudah dilakukan saat menyelesaikan masalah Ambalat. Ketika Wapres mengunjungi Malaysia kata Deputi Perdana Menteri Malaysia, Jusuf Kalla menawarkan masalah kedua negara secara kekeluargaan.

Selepas pembukaan acara pertemuan tersebut, Wapres Jusuf Kalla dan Deputi Perdana Menteri Malaysia akan mengadakan pertemuan empat mata. Selanjutnya Deputi Perdana Menteri Malaysia akan dianugerahi gelar adat di Istana Tamalate Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan.

Berdarah Bugis

Najib dan rombongan tiba sejak Jumat (11/11) kemarin, hampir bersamaan dengan rombongan PSBM dari berbagai negara serta saudagar dari seluruh daerah di Tanah Air. Sebelum bergabung dengan sekitar 700 peserta PSBM yang terdiri dari para pengusaha, pimpinan pemerintahan berbagai daerah dan politisi. Najib telah mengawali pertemuan tertutup dengan mahasiswa asal Malaysia yang kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Gubernur Sulsel HM Amin Syam, Jumat malam, juga menjamu Najib dan rombongannya dengan pertunjukan kesenian di Gubernuran Makassar. Tampak hadir dalam rombongan PSBM, Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkum-HAM) Hamid Awaluddin.

Usai bertemu dengan para saudagar, Najib yang konon juga masih berdarah leluhur Bugis-Makassar, ke Gowa untuk menerima penganugerahan gelar Karaeng (Raja)dari pemangku adat dan sesepuh Kerajaan Gowa.

Ketua Badan Pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Hasanuddin Massaile mengatakan, pertemuan rutin tahunan para saudagar, selain menjadi ajang mudik dan silaturrahmi para perantau asal Bugis-Makassar, juga dimanfaatkan untuk saling tukar menukar informasi bisnis dan pengalaman selama mengarungi tantangan hidup di rantau.

Sejumlah peserta mengeluh, pertemuan saudagar yang ke-VII kali ini tidak sebebas pertemuan sebelumnya. (148/A-21)


Last modified: 12/11/05