
AFP PHOTO / FABRICE COFFRINI
ANGGOTA BARU WTO - Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Pascal Lamy (kiri) bersalaman dengan Menteri Perdagangan dan Industri Arab Saudi, Hashim Abdullah Yamani, seusai penandatanganan bergabungnya Arab menjadi anggota ke-149 WTO, di kantor pusat WTO, di Jenewa, Swiss, Jumat (11/11).
BRUSSELS - Uni Eropa (UE) menegaskan tidak akan mengajukan tawaran baru di bidang perdagangan pertanian, menyusul pesimisme sejumlah anggota Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) mengangkut pencapaian kesepakatan liberalisasi perdagangan pada pertemuan di Hong Kong bulan depan.
''Kami tidak akan membuat tawaran baru di bidang pertanian sebelum pertemuan di Hong Kong mendatang. Meskipun demikian, kami akan mendorong pembicaraan lebih jauh mengenai materi tawaran yang telah kami ajukan, dan tanggapan dari anggota lainnya,'' tegas Komisaris Perdagangan UE, Peter Mandelson, di Brussels, Belgia, Kamis (10/11).
UE mendapat kritik tajam dari para negosiator Amerika Serikat, Brasil, dan Australia, karena tidak bersedia memangkas lebih besar tarif impor dan subsidi pertaniannya. Sejauh ini, UE menawarkan pengurangan tarif impor produk pertanian sebesar 60 persen, dan pengurangan rata-rata tarif impor sebesar 46 persen. Dia kembali menyerukan perlunya ada pemangkasan tarif di sektor industri dan jasa. Hal itu, meski diakui sulit, namun bukan sesuatu yang mustahil.
Para negosiator utama gagal membuat terobosan dalam penyusunan draf kesepakatan Hong Kong, saat pertemuan pendahuluan di Jenewa, Swiss, awal pekan ini. Sejumlah negara yang terlibat dalam pertemuan itu, umumnya menyalahkan UE, yang dinilai tidak memberikan tawaran yang memadai di bidang perdagangan produk pertanian.
Meski demikian, para menteri negara-negara anggota WTO tetap berharap, meskipun masih ada perbedaan yang tajam, sejumlah kesepakatan penting masih terbuka peluang untuk dapat dicapai di Hong Kong bulan depan. Pertemuan itu diharapkan pula tidak mengulangi kegagalan saat pertemuan sebelumnya di Seattle (AS) dan Cancun (Meksiko).
Anggota Baru
Sementara itu, WTO pada Jumat (11/11) menyetujui keinginan Arab Saudi untuk masuk menjadi anggota ke-149. Persetujuan itu mengakhiri proses selama 12 tahun mengenai diterima atau tidaknya Arab sebagai anggota, akibat partisipasi negara itu di Liga Arab yang memboikot Israel.
Duta Besar Israel untuk WTO, Itzhak Levanon mengatakan, Arab Saudi telah memberi sejumlah jaminan yang memadai dalam proses penerimaannya, bahwa mereka akan mengikuti aturan-aturan WTO. Salah satu aturan yang penting adalah tidak akan memboikot anggota lain di WTO. (AP/A-17)