
DENPASAR - Tim Investigasi Kasus Bom Bali II hingga Jumat (21/10) masih meminta keterangan dari saksi-saksi tambahan, saksi-saksi ini tim penyidik terus mendapat tambahan informasi sehingga proses penyelidikan mengalami kemajuan. Kami optimistis kalau pelaku Bom Bali II akan terungkap," ujar Ketua Tim Investigasi Kasus Bom Bali II Kombes Pol Drs DBM Suharya kepada Pembaruan, Jumat pagi.
Suharya, mantan Kapoltabes Denpasar, mengatakan, dengan jumlah saksi sekarang ini pihaknya sudah mendapat petunjuk yang mengarah pada kejelasan identitas tiga eksekutor bom bunuh diri di Kuta dan Jimbaran pada 1 Oktober lalu. Dalam penyelidikan ini tim diminta jangan gegabah menangkap orang agar tak melahirkan ''korban'' psikologis di balik pengungkapan kasus Bom Bali II.
Dikemukakan, pihaknya tidak bisa memberikan secara detail proses penyelidikan karena ada beberapa hal yang memang tidak perlu diungkapkan supaya tidak mengganggu proses penyelidikan. "Kalau ingin lebih rinci tanyakan saja ke Kabid Humas karena dia punya wewenang untuk itu," ujar Suharya.
Kepala Bidang Humas Polda Bali Kombes Pol AS Reniban menjelaskan, penambahan saksi merupakan langkah konkret untuk mengungkap kasus Bom Bali II yang menewaskan 23 orang dan ratusan luka-luka. Memasuki hari ke-19, penyidik sudah memeriksa 383 saksi. Rinciannya, 144 orang untuk tempat kejadian perkara (TKP) di R.Ajas Restaurant, 141 saksi di Kafe Menega, dan 94 saksi di Kafe Nyoman. ''Tiga hari terakhir 16 tambahan saksi yang diperiksa,'' katanya dalam jumpa pers di Denpasar, Kamis.
Dikemukakan, dari seluruh saksi yang diperiksa penyidik belum ada yang mengarah menjadi tersangka. Menurut Kombes Reniban, ada beberapa saksi yang mengenal ketiga pria yang diduga pelaku bom bunuh diri di Kuta dan Jimbaran itu.
Mengenai penyidikan terhadap sejumlah orang yang ditangkap di luar Bali, menurut Reniban, belum ada yang berkaitan dengan kasus bom di Jimbaran dan Kuta. Misalnya, CR yang ditahan di Polda Sulut karena terlibat kasus kepemilikan KTP ganda. (137)