
JAKARTA-Peloncat indah Indonesia berpeluang merebut dua medali emas dari sepuluh medali emas yang diperebutkan di SEA Games Manila 2005. Peluang itu ada di nomor menara 10 meter putri dan 10 meter sinkronisasi putri.
"Peluang mendapatkan medali emas dari dua nomor tersebut sangat terbuka lebar. Sebab, peloncat indah putri kita masih merupakan yang terbaik di Asia Tenggara, ". ungkap Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Persatuan Renang Seluruh Indonesia Lukman Niode kepada Pembaruan di Jakarta, Jumat (21/10) pagi.
Menurut dia, pihaknya hanya mengirim empat atlet (2 putra dan 2 putri) ke Manila. Peloncat indah yang menjadi andalan Indonesia merebut emas yakni Shenny Ratna Amalia dan Sari Ambarwati. Shenny yang saat SEA Games Vietnam, 2003 berpasangan dengan Herliani Dias Sukmahati menempati peringkat pertama dan mempersembahkan medali emas bagi Indonesia.
Tuan rumah Filipina, lanjut dia, bisa mengganjal ambisi Indonesia untuk menyabet medali emas di nomor ini. Namun demikian, pihaknya tetap optimitis kedua peloncat indah putri Indonesia akan mampu menorehkan prestasi tertinggi setelah melihat hasil kemajuan mereka selama berlatih di Beijing Cina.
Di bagian putra, papar dia, terdapat Muhamad Nasrullah dan Ahmad Sukran. Meski di SEA Games mendatang bakal menghadapi rival berat dari Malaysia, Thailand dan Filipina, para peloncat indah putra Indonesia tetap diharapkan bisa berjuang maksimal untuk merebut medali. "Kita akui persaingan di kelompok putra cukup berat dan ketat. Tapi, kita harapkan peloncat indah putra bisa membuat kejutan dengan mencuri medali, "ujarnya.
Sementara itu, dua perenang Ira Kurniawan dan Omar Suryaatmaja yang memecahkan rekor nasional di kejurnas renang antarperguruan di Jakarta, 17-18 September lalu mendapat penghargaan berupa bonus masing-masing sebesar Rp28,5 juta. Bonus yang diserahkan oleh Sekjen PB PRSI Ade Kadiman di Kantor PB PRSI Jakarta kemarin itu berasal dari PB PRSI sebesar Rp 6 juta, PT Genting Oil dan Gas US$1.000, CDA Sport Rp5 juta, Ditjen Dikti Depdiknas Rp5juta. Ira yang tampil atas nama Universitas Parahyangan Bandung membukukan rekor baru 50 meter gaya kupu-kupu putri. Omar dari Sekolah Tinggi Teknologi Surabaya mengukir rekor baru 50 meter gaya dada putra. (M-17)