SUARA PEMBARUAN DAILY

156 Jembatan di Jawa Tengah Rusak Parah

PURWOKERTO - Kondisi jalan di Jalur pantai utara (pantura), jalur tengah dan jalur selatan di Jawa Tengah (Jateng) belum semua mulus. Padahal menjelang Lebaran di tiga jalur tersebut dipastikan dipadati arus mudik kendaraan dari Jakarta menuju Jateng, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Timur (Jatim).

Pantauan Pembaruan Kamis (20/10), di tiga jalur tersebut terdapat 1.120 jembatan. Namun 156 jembatan di antaranya rusak cukup parah yang bakal menghambat kelancaran lalu lintas.

Selain jembatan rusak, pasar di tepi jalan utama mudik juga banyak yang belum direlokasi. Perdagangan di kawasan yang lebih dikenal pasar tumpah masih tinggi, sehingga juga bakal menghambat kelancaran lalu lintas.

Gubernur Jateng Mardiyanto ketika meninjau ruas-ruas jalan di beberapa daerah di Jateng, Kamis, mengatakan, saat ini jumlah jembatan yang menjadi tanggungjawab Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dan dalam kondisi baik sebanyak 1.120 buah dengan panjang 14.680 meter (56,3 persen), kondisi sedang 822 buah sepanjang 10.040 meter (38,5 persen), dan kondisi rusak 88 buah sepanjang 1.320 buah (5,2 persen). Sedang jembatan yang rusak di Jawa Tengah namun menjadi kewenangan pemerintah pusat sebanyak 68 buah. Sehingga jumlah jembatan rusak di Jateng seluruhnya sebanyak 156 jembatan.

Untuk mengatasi penumpukan kendaraan di kawasan pasar tumpah, Polres Batang mulai menyiapkan jalur alternatif. Menurut Kapolres Batang AKBP Muhari,SH, pengalihan ke jalur alternatif hanya untuk mobil pribadi saja. Kendaraan umum tetap pada jalur biasa, karena harus mengangkut penumpang.

Khusus di lima pasar tradisional di Brebes, yang selalu terjadi luapan pedagang sampai ke badan jalan pada hari menjelang lebaran juga sudah diantisipasi. Karena kalau para pedagang pasar tumpah tidak ditertibkan akan menyita badan jalan, yang bisa menimbulkan kemacetan atau kecelakaan lalulintas.

Untuk mengurangi peluapan pedagang, badan jalan di depan pasar akan dipasangi pagar pembatas dan dijaga petugas gabungan. Petugas ini berasal dari Polantas, Kantor Pengelolaan Pasar (KPP), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Dinas Perhubungan.

Lepas dari Batang masuk ke Kabupaten Pekalongan, Pemalang dan Tegal terdapat jalur yang belum dilebarkan sepanjang 23,5 kilometer (km). Ruas jalan itu tidak menyatu tapi terpisah di tiga kabupaten itu.

Pihak Bina Marga mulai menguruk jalan yang berlobang di jalur utama. Namun perbaikannya sebatas tambal sulam. Lobang-lobang pada badan jalan disiram aspal setelah diuruk pasir dan batu. Perbaikan jalan ini bisa bertahan untuk waktu selama satu atau dua bulan.

Sepeda Motor

Dari jenis kendaraan, diperkirakan jumlah pemudik yang bekendaraan sepeda motor akan meningkat jumlahnya, setelah kenaikan bahan bakar minyak (BBM).

Untuk menjaga keselamatan para pemudik yang berkendaraan sepeda motor, pihak Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) Pekalongan akan mengerahkan petugasnya bekerja sama dengan polisi lalu lintas mengawal gelombang konvoi pemudik berkendaraan sepeda motor.

"Konvoi sepeda motor besar-besaran akan terjadi seminggu sebelum Lebaran. Mereka harus diperlakukan secara khusus agar tidak memacetkan lalu lintas dan mengurangi kecelakaan para pengendaranya," kata Kepala DLLAJ Wilayah Pekalongan yang meliputi daerah Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan dan Batang, Abdul Gafar kepada Pembaruan di Brebes, Jumat (21/10).

Menurut Gafar pengawalan konvoi sepeda motor itu akan dilakukan mulai dari Pos Cisanggarung , Losari Kabupaten Brebes, sampai ke luar Tegal. Petugas dari Polantas Polwil Pekalongan dan DLLAJ akan berjalan di bagian depan untuk memimpin perjalanan para pemudik. Karena kalau tidak dipimpin, akan terjadi kebut-kebutan yang bisa menimbulkan kecelakaan.

Pengawalan akan dimulai pada H-7 lebaran atau mulai Jumat (27/10) mendatang.

Selain pengawalan, pos-pos istirahat juga akan disiagakan dekat stasium pengisian BBM dan rumah makan di sepanjang jalur utama mudik. Dengan demikian, para pengedara sepeda motor yang kelelahan bisa memanfaatkan pos tersebut.

Rawan Longsor

Ruas jalan lintas Sumatera di Bengkulu yang juga bakal dipadati arus mudik banyak yang rusak. Selain itu, di sejulah lokasi rawan longsor. Untuk mengatasi masalah tersebut, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bengkulu, mulai seminggu sebelum Lebaran, akan menyiagakan sejumlah alat berat di beberapa titik rawan longsor di ruas jalan lintas barat (jalinbar) Bengkulu.

Namun Keterangan Wakil Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Ir H Edy Waluyo SH MM kepada Pembaruan, di Bengkulu, Kamis (20/10), jumlah pasti alat berat yang akan ditempatkan di sejumlah titik rawan longsor dan badan jalan berlubang di jalur lintas barat belum bisa dipastikan.Pihaknya masih mengkordinasikan rencana tersebut dengan pihak Dinas DPU tingkat II empat kabupaten yang barada di jalinbar, yakni Bengkulu Utara, Muko-Muko, Bengkulu Selatan, dan Kaur.

"Yang jelas, sebelum H-7 Idul Fitri alat berat sudah berada di lokasi, karena pada hari itu sudah memasuki angkutan tahun 2005. Saya sudah minta para kepala Dinas DPU tingkat II yang berada di jalinbar Bengkulu untuk menyiapkan alat berat," ujarnya.

Ketika ditanya ada berapa titik di jalinbar Bengkulu yang berpeluang longos dan putus akibat badan jalan rusak. Edy mengatakan, dari hasil survei pihaknya beberapa waktu lalu ada 25 titik, 19 titik di antaranya terdapat pada ruas Bengkulu batas Padang (Sumbar) dan 6 titik pada ruas Bengkulu batas Lampung.

Untuk wilayah Bengkulu- Padang titik rawan longsor dan jalan rusak berada pada ruas Ipuh-Bantal, dan beberapa titik lainnya. Sedangkan di wilayah Bengkulu- Lampung tersebar secara sporadis pada ruas Manna- Lampung. (WMO/143)


Last modified: 21/10/05